Pemkot Pekalongan Tinjau Pasar Banjarsari, Masalah Aliran Air di Zona Ikan Jadi Sorotan

Pemkot Pekalongan Tinjau Pasar Banjarsari, Masalah Aliran Air di Zona Ikan Jadi Sorotan
ISTIMEWA PENATAAN - Penataan Pasar Banjarsari untuk ciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mematangkan langkah penataan Pasar Banjarsari guna meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan rakyat. Dalam proses inspeksi dan sosialisasi yang digelar akhir pekan lalu, perbaikan infrastruktur sanitasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, memimpin langsung peninjauan tersebut bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Minggu (19/4/2026). Peninjauan ini difokuskan pada evaluasi pembagian zonasi agar tata kelola pasar menjadi lebih rapi dan tertib.

“Kami datang untuk melakukan inspeksi sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pedagang. Harapannya, pedagang dapat menempati sesuai zonanya sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata,” ujar Nur Priyantomo memberikan keterangannya.

Baca Juga:Menyentuh Suasana Haru Pecah! Wali Kota Pekalongan Lepas 67 Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah, Titip Pesan MenyentuhReaktivasi Stasiun Plabuan Batang 27 April 2026, KAI Permudah Akses Pekerja KITB

Temuan Kendala Sanitasi di Lantai Dua

Di sela-sela inspeksi, rombongan menemukan sejumlah infrastruktur yang perlu segera dibenahi. Salah satu temuan krusial berada di lantai dua, tepatnya di zona perdagangan ikan. Sistem aliran air di area tersebut dilaporkan tidak berjalan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan masalah sanitasi dan mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pedagang.

Merespons kendala teknis tersebut, Nur Priyantomo menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan akan segera merumuskan skema rehabilitasi. Pihaknya akan berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk mengeksekusi perbaikan.

“Kami menyadari ada kendala sanitasi di zona ikan. Ini akan menjadi perhatian kami untuk segera ditangani, agar para pedagang bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.

Potensi Ekonomi dan Intervensi Anggaran

Lebih lanjut, Sekda yang akrab disapa Nur Pri ini menilai bahwa Pasar Banjarsari memiliki roda perputaran ekonomi yang sangat potensial. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pedagang untuk bersinergi menjaga fasilitas publik yang telah dibangun.

“Kalau aktivitas perdagangan di sini sudah ramai, tentu ini menjadi modal penting untuk terus menggerakkan perekonomian. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga fasilitas dan mendukung penataan yang dilakukan,” jelasnya.

Dari sisi manajerial, pengawasan harian di lingkungan pasar saat ini telah dilakukan oleh jajaran Dindagkop-UKM. Namun, Pemkot menyadari perlunya alokasi pendanaan yang lebih proporsional di masa mendatang agar tata kelola pasar berjalan maksimal.

0 Komentar