RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabar gembira bagi para pecinta kopi dan petani di Kabupaten Kendal! Guna menyulap hasil bumi menjadi komoditas unggulan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal kini tengah gencar memoles kemampuan para petani kopi robusta di wilayahnya.
Sebanyak 35 petani kopi dari Desa Pakis, Kecamatan Limbangan, secara khusus diterjunkan untuk mengikuti pelatihan budidaya berbasis agroekosistem dan berkelanjutan pada Selasa (21/4/2026). Langkah nyata ini diambil untuk memastikan kopi robusta asal Kendal tidak hanya melimpah secara kuantitas, tapi juga juara soal kualitas.
Ketua Tim Produksi Perkebunan DPP Kendal, Hadi Winarno, mengungkapkan bahwa para petani diberikan “resep” khusus mulai dari teori hingga praktik langsung di lapangan. Tujuannya jelas, agar petani bisa mandiri dan cerdas mengelola kebun mereka dengan cara yang ramah lingkungan.
Baca Juga:Mantap! TNI Turun Gunung Kebut Pengaspalan Jalan di Noyontaansari Pekalongan Lewat TMMD Sengkuyung IIFakta Baru Kasus Asusila Anak SMP di Bawang Batang, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani kopi agar mampu mengelola kebun secara berkelanjutan dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas,” ujar Hadi dalam penjelasannya di sela-sela kegiatan.Pangkas Biaya Pakai Pupuk Organik
Tak cuma soal teknik tanam, Hadi juga menekankan pentingnya efisiensi biaya. Salah satu jurus jitu yang diajarkan adalah penggunaan pupuk organik. Selain menjaga tanah tetap subur dan “sehat”, pupuk organik menjadi solusi ampuh untuk menekan modal budidaya yang seringkali mencekik kantong petani.
“Harapannya, pendapatan petani meningkat dari sisi produksi dan harga, namun biaya bisa ditekan, salah satunya dengan pemanfaatan pupuk organik,” bebernya penuh harap.Materi yang diberikan pun sangat lengkap, mulai dari cara mengatur naungan pohon, membasmi hama membandel, hingga teknik sambung pucuk dan pemangkasan pascapanen agar pohon kembali produktif dengan cepat.
Petani Kini Lebih Optimis
Sahono, selaku pemateri pelatihan, menyebutkan bahwa pertemuan ini dilakukan rutin dua kali sepekan. Hal ini penting karena selama ini masih banyak petani yang melakukan budidaya secara tradisional atau asal-asalan.
Respon positif pun datang dari para peserta. Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Jarwono, mengaku sangat terbantu dengan adanya ilmu baru ini. Ia optimis masa depan kopi robusta di desanya akan semakin cerah dan membawa kesejahteraan bagi warga.
