Fakta Baru Kasus Asusila Anak SMP di Bawang Batang, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri

Fakta Baru Kasus Asusila Anak SMP di Bawang Batang, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri
M. DHIA THUFAIL DALAMI KASUS - Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menyatakan pihaknya mulai mendalami kasus asusila di Bawang dengan mengumpulkan barang bukti.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kasus dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akhirnya terungkap ke publik. Kepolisian Resor (Polres) Batang kini tengah menyelidiki kasus tersebut secara intensif usai menerima laporan dari salah seorang korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Batang, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Maulidya Nur Maharanti, membenarkan adanya pelaporan yang diajukan oleh korban dan orang tuanya.

“Pada saat itu ada sepasang orang tua dan anak yang melaporkan kejadian di salah satu desa di Kecamatan Bawang,” kata Maulidya saat dikonfirmasi, Rabu, 22 April 2026.

Baca Juga:Melesat, Program Makan Bergizi Gratis Kendal Penuhi 175 Titik Layanan untuk 242.902 WargaGawat! Toko 24 Jam Jual Rokok Ilegal Marak di Pelosok Pekalongan, KCBI Bongkar Modusnya

Peristiwa kelam itu bermula ketika korban sedang berada sendirian di rumah lantaran kedua orang tuanya pergi bekerja. Tersangka masuk ke dalam kediaman korban dengan berdalih ingin mencari orang tua korban.

“Pelaku masuk dengan dalih mencari bapaknya, tetapi kemudian melakukan tindakan asusila di area sensitif korban,” ujar Maulidya menjelaskan kronologi awal.

Merespons aduan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang untuk menjalani visum et repertum. Langkah medis ini diambil untuk memastikan indikasi kekerasan seksual sekaligus memperkuat landasan penyidikan.

“Pada hari yang sama kami langsung mengantar korban untuk visum. Hasilnya nanti akan kami gunakan sebagai dasar untuk penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Ditemukan Korban Lain

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta yang lebih mengejutkan. Maulidya mengungkap bahwa korban kejahatan asusila ini tidak hanya satu orang. Setidaknya, terdapat dua anak yang menjadi korban dari terduga pelaku yang sama.

Korban kedua sebelumnya memilih bungkam karena diintimidasi rasa takut. Ia baru berani angkat bicara setelah korban pertama resmi melapor ke meja kepolisian. “Korban kedua ini baru berani berbicara setelah ada korban lainnya,” ucap Maulidya.

Kondisi korban kedua ini dilaporkan menghadapi dampak sosial yang lebih berat. Ia diketahui kini telah menikah dengan orang lain setelah sebelumnya sempat hamil dan melahirkan akibat perbuatan terduga pelaku.

0 Komentar