RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Implementasi Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kendal mencatatkan progres yang signifikan pada April 2026. Sebanyak 175 titik layanan yang ditargetkan oleh pemerintah daerah kini telah terisi penuh guna mendistribusikan kebutuhan gizi masyarakat.
Koordinator SPPG Kendal, M. Faris Maulana, mengungkapkan bahwa mayoritas titik layanan tersebut kini telah beroperasi secara aktif untuk melayani masyarakat.
“Total ada 175 titik dan semuanya sudah terisi. Saat ini sekitar 115 sudah memiliki kepala SPPG, dengan 104 titik telah operasional, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan,” ujar Faris saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga:Gawat! Toko 24 Jam Jual Rokok Ilegal Marak di Pelosok Pekalongan, KCBI Bongkar ModusnyaRutan Pekalongan Latih Napi Produksi Daster, Bekal Kemandirian Ekonomi Usai Bebas
Sasar Ratusan Ribu Penerima Manfaat
Faris memaparkan, program intervensi gizi dari pemerintah pusat ini telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat dari berbagai kelompok sasaran prioritas.
Hingga saat ini, tercatat ada 242.902 warga Kendal yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Angka ini mencakup 14.300 sasaran di satuan pendidikan, serta 18.821 kelompok yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pemerataan layanan juga menunjukkan tren positif. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal bahkan telah mencatatkan cakupan layanan SPPG hingga 100 persen. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Weleri, Rowosari, Cepiring, Ngampel, Pegandon, Kangkung, Ringinarum, Plantungan, Pageruyung, Gemuh, Patean, Patebon, Brangsong, dan Limbangan.
Kendala di Lapangan dan Target Ke Depan
Kendati progresnya terbilang melesat, Faris tidak memungkiri bahwa masih ada beberapa wilayah yang belum terlayani secara paripurna. Hal ini disebabkan oleh sejumlah kendala teknis di lapangan.
Salah satu kendala utamanya adalah adanya sejumlah pihak sekolah atau yayasan yang belum bersedia menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran mereka telah memiliki dan mengelola layanan katering mandiri bagi siswanya. Selain itu, ada pula wilayah yang masih dalam proses penyesuaian untuk pemerataan layanan sembari menunggu kesiapan operasional titik SPPG baru.
Terkait strategi dan rencana perluasan ke depan, Faris memastikan bahwa belum ada wacana penambahan titik layanan baru. Kalkulasi saat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang ada sudah proporsional.
“Untuk penambahan titik ke depan belum ada, karena kondisi saat ini sudah sangat mencukupi,” tegasnya. (fur)
