“Saya memastikan itu kakek saya karena baju yang dipakai sama dengan saat terakhir dia pakai. Dia hilang dari hari Minggu sekitar jam 09.00 atau 10.00 pagi tanpa pamit,” tutur Aan dengan nada pilu.Aan menduga kuat sang kakek tersesat akibat penyakit pikunnya yang kambuh saat hendak berkunjung. “Mungkin dia mau ke rumah saya, tapi karena sudah lelo (pikun), harusnya belok kiri malah jalan terus sampai kebablasan ke arah tambak,” sesalnya.
Murni Musibah, Tak Ada Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan medis, pihak kepolisian memastikan bahwa seratus persen tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh Kakek Sodikin. Dugaan terkuat, korban kehilangan keseimbangan, terpeleset, lalu tenggelam di medan tambak yang licin karena faktor usia yang sudah sangat senja.
Keluarga pun telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah takdir dan menolak keras dilakukan autopsi. Jasad Kakek Sodikin kini telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk segera dikebumikan.
Baca Juga:Kasus Bondo Deso Nolokerto Memanas, Ratusan Warga Demo Pemkab Kendal Desak Pencopotan KadesPantau Anak via Gadget, Pemkot Pekalongan Kembangkan Laporan Harian PAUD Digital
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo, melontarkan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian warga sekitar.
“Alhamdulillah berkat informasi dari masyarakat, korban dapat ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak hari Senin yang lalu. Evakuasi berjalan lancar berkat kesigapan petugas gabungan dari Polres Pekalongan Kota, Kodim, BPBD, dan PMI Kota Pekalongan,” pungkasnya. (way)
