RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat laju pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri agenda Silaturahmi dan Halalbihalal organisasi kemasyarakatan (Ormas) Rifa’iyah di Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong.
Di hadapan para tokoh dan kader, Sukirman mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tidak dapat berjalan sendirian dalam mengurai berbagai kompleksitas persoalan daerah. Ia secara khusus meminta dukungan penuh dari Rifa’iyah.
“Saya sangat mengharapkan pertemuan dengan Rifa’iyah ini, karena saya tidak bisa melangkah sendirian untuk memperbaiki Kabupaten Pekalongan. Banyak hal yang harus kita kerjakan bersama-sama,” ujar Sukirman dalam sambutannya.
Batal Bangun Gedung DPRD demi Infrastruktur
Baca Juga:Meriahkan Hari Kartini, Ratusan Siswa PAUD Annisa Pekalongan Gelar Karnaval Mobil HiasGeger Penemuan 2 Mayat Pria Tanpa Identitas di Kaliwungu Kendal dalam Sehari
Salah satu isu krusial yang menjadi fokus Pemkab Pekalongan saat ini adalah perbaikan infrastruktur, terutama keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak parah. Untuk merealisasikan perbaikan tersebut, Sukirman mengambil langkah efisiensi ekstrem dengan memangkas sejumlah belanja daerah, termasuk membatalkan proyek pembangunan gedung DPRD.
“Anggaran tersebut kita alihkan untuk perbaikan infrastruktur, khususnya jalan yang kondisinya rusak parah. Ini menyangkut keselamatan dan mobilitas masyarakat. Di samping itu, kami juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan pompa di daerah yang terdampak banjir dan rob,” jelasnya memaparkan kebijakan anggaran.
Sinergi Holistik: Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi
Tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, Sukirman juga menyoroti urgensi sinergi pembangunan non-fisik di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Menurutnya, Ormas Islam memiliki kapasitas dan jaringan yang kuat untuk membantu pemerintah mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Kita harus bersinergi. Pembangunan sumber daya manusia tetap kita pertahankan dengan dukungan organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki kapasitas di bidang pendidikan. Dengan begitu, antar-sektor dapat saling menopang, termasuk keberadaan rumah sakit, klinik, dan layanan kesehatan lainnya,” tutur Sukirman.
Pada sektor ekonomi, ia menilai peran tokoh agama sangat krusial dalam memberikan arahan demi menumbuhkan kemandirian ekonomi umat di akar rumput.
Di akhir arahannya, Sukirman menaruh harapan besar agar ikatan sinergi dengan Rifa’iyah dapat terus diperkuat sehingga program-program strategis Pemkab dapat berjalan lancar.
