RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Proyek infrastruktur Jembatan Garuda di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki awal Mei 2026, tahapan konstruksi jembatan yang menghubungkan Dusun Proto dan Dusun Cinde tersebut telah menyentuh angka 57 persen.
Infrastruktur dengan dimensi panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter ini diproyeksikan menjadi urat nadi pergerakan ekonomi warga, terutama bagi para petani dan sarana aksesibilitas pendidikan pelajar di kedua dusun.
Kepala Desa Tambahrejo, Ghofar Ismail, menyebutkan bahwa kelancaran proyek ini tidak lepas dari tingginya semangat gotong royong antara masyarakat setempat dan jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) Bandar.
Baca Juga:Kabar Gembira! Pekalongan-Batang Resmi Masuk Proyek Giant Sea Wall, Warga Pesisir Siap Terbebas dari Rob!Miris! 300 Sekolah di Batang Rusak, Terkendala Anggaran Perbaikan Diprediksi Butuh 45 Tahun
“Alhamdulillah prosesnya lancar. Warga bersama TNI bahu-membahu mengerjakan pembangunan ini. Nantinya sangat membantu petani, terutama saat musim panen,” ujar Ghofar saat meninjau area proyek, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ghofar menjelaskan, sebelum proyek ini bergulir, warga terpaksa menempuh rute memutar yang memakan waktu hingga tiga jam perjalanan untuk mengakses lahan pertanian maupun kawasan desa tetangga. Kondisi tersebut selama ini menjadi kendala utama dalam kelancaran distribusi hasil bumi.
“Kalau nanti sudah jadi, cukup sekitar satu jam sudah bisa menyeberang. Ini jelas mempercepat mobilitas warga,” tuturnya menambahkan.
Kehadiran fasilitas penyeberangan ini diyakini akan mendongkrak denyut kesejahteraan masyarakat. Tercatat, wilayah Tambahrejo memiliki hamparan lahan pertanian seluas kurang lebih 100 hektare yang didominasi oleh tanaman padi dan palawija.
Tokoh masyarakat desa setempat, Tauhid, menyambut antusias pembangunan Jembatan Garuda. Fasilitas ini menjadi tumpuan harapan baru bagi para petani yang selama ini terhambat secara akses geografis.
“Dulu kami kesulitan menuju sawah. Sekarang dengan adanya jembatan ini, akses jadi lebih mudah. Ini sangat membantu ekonomi warga,” ungkap Tauhid.
Ia menegaskan, mengingat dalam waktu dekat para petani akan memasuki masa panen raya jagung dan palawija, perampungan jembatan ini akan sangat krusial dalam memfasilitasi arus distribusi hasil pertanian.
Baca Juga:Banjir Aneh di Awal Kemarau Rendam 8 Kelurahan Kendal, Ratusan Perahu Jadi Biang KerokTertipu Ratusan Juta dan Gagal Berangkat, 9 Calon Jemaah Umrah Laporkan Biro PT AS ke Polres Pekalongan
Hal serupa turut disampaikan Kuwat, warga setempat. Ia meyakini bahwa beroperasinya Jembatan Garuda akan sangat mengefisienkan waktu dan tenaga dalam mengangkut logistik pascapanen.
“Nanti kalau sudah jadi, bawa gabah jadi lebih cepat sampai. Sangat membantu kami para petani,” katanya.
