Kabar Gembira! Pekalongan-Batang Resmi Masuk Proyek Giant Sea Wall, Warga Pesisir Siap Terbebas dari Rob!

Kabar Gembira! Pekalongan-Batang Resmi Masuk Proyek Giant Sea Wall, Warga Pesisir Siap Terbebas dari Rob!
HADIR - Wali Kota, A Afzan Arslan Djunaid hadir dalam acara Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu, Selasa (5/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Angin segar yang membawa kabar sangat menggembirakan akhirnya berhembus untuk warga pesisir Pekalongan dan Kabupaten Batang! Mimpi panjang untuk bisa bernapas lega dan terbebas dari jeratan banjir rob yang bertahun-tahun merendam rumah kini mulai menemui titik terang.

Pemerintah pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) baru saja memberikan kepastian bahwa wilayah Pekalongan dan Batang resmi masuk dalam daftar wilayah pembangunan tanggul laut raksasa kebanggaan nasional, Giant Sea Wall (GSW)!

Kabar super melegakan ini secara resmi diumumkan dalam agenda Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, pada Senin (4/5/2026).

Baca Juga:Banjir Aneh di Awal Kemarau Rendam 8 Kelurahan Kendal, Ratusan Perahu Jadi Biang KerokTertipu Ratusan Juta dan Gagal Berangkat, 9 Calon Jemaah Umrah Laporkan Biro PT AS ke Polres Pekalongan

Rapat tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai wujud nyata tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan grand design proyek bernilai fantastis tersebut, Pekalongan dan Batang didapuk masuk ke dalam Wilayah II Segmen 11. Sontak, keputusan ini langsung disambut dengan tangan terbuka dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan beserta perangkat daerah yang hadir langsung di Jakarta menilai bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) ini adalah harga mati sebagai solusi jangka panjang untuk menyelematkan Pantura.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, yang turut mendampingi Wali Kota membeberkan betapa vitalnya proyek ini bagi urat nadi kehidupan dan ekonomi warga pesisir.

“Selain itu, pembangunan tanggul laut raksasa diharapkan mampu meningkatkan rasa aman masyarakat, menjaga keberlanjutan pembangunan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi kawasan pesisir,” beber Khaerudin penuh optimisme saat memberikan keterangan, Selasa (5/5/2026).

Pekalongan Jadi Prioritas Utama karena Darurat Penurunan Tanah

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BOPPJ, Didit H. Ashaf, menegaskan bahwa Kota Pekalongan memang pantas dan wajib dijadikan salah satu skala prioritas utama. Pasalnya, tingkat kerentanan wilayah ini terhadap gempuran rob dan fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) sudah masuk tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk merealisasikan benteng raksasa tersebut, Didit menyebut bahwa saat ini wilayah Pekalongan tengah dikebut dalam proses tahap mitigasi dan investigasi sebagai bagian dari masterplan perencanaan.

0 Komentar