Banjir Aneh di Awal Kemarau Rendam 8 Kelurahan Kendal, Ratusan Perahu Jadi Biang Kerok

Banjir Aneh di Awal Kemarau Rendam 8 Kelurahan Kendal, Ratusan Perahu Jadi Biang Kerok
ABDUL GHOFUR RENDAM PEMUKIMAN - Awal musim kemarau justru ditandai dengan banjir di pemukiman warga Kendal Kota, Senin (4/5/2026), dengan ketinggian air 10-20 sentimeter.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Sebuah anomali cuaca melanda wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di saat musim kemarau baru saja dimulai, sebanyak delapan kelurahan di Kecamatan Kendal Kota justru terendam banjir. Genangan air dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter ini melumpuhkan sebagian aktivitas warga setempat.

Luapan air mulai merendam kawasan permukiman warga usai waktu Isya, tepatnya pada Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kedatangan air yang tiba-tiba membuat warga kerepotan menghadapi genangan di tengah malam.

Rohmad, salah seorang warga Kelurahan Pekauman, menuturkan bahwa wilayahnya memang kerap menjadi kawasan langganan banjir. Kondisi ini terus berulang dan menyulitkan mobilitas masyarakat sekitar.

Baca Juga:Tertipu Ratusan Juta dan Gagal Berangkat, 9 Calon Jemaah Umrah Laporkan Biro PT AS ke Polres PekalonganBikin Bangga! Sambut May Day 2026, Polres Pekalongan Manjakan Buruh dan Ojol Lewat Cek Kesehatan Gratis

“Kampung sini sudah langganan banjir. Ini saya mau keluar, motor malah mogok gara-gara air,” keluh Rohmad saat ditemui pada Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, luapan air yang bersumber dari Sungai Kendal kerap membuat rutinitas warga terhambat. Meski terus berulang, warga mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi tersebut.

“Kami jelas terganggu, tapi ya mau bagaimana lagi,” tambahnya.

Sumbatan Ratusan Perahu di Hilir Sungai

Terkait fenomena genangan di luar musim penghujan ini, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, membenarkan adanya delapan kelurahan yang terdampak. Kedelapan wilayah perkotaan tersebut meliputi Kelurahan Trompo, Kebondalem, Pegulon, Pekauman, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Bandengan.

Iwan menjelaskan, banjir tersebut murni dipicu oleh luapan Sungai Kendal akibat aliran air yang tersendat di bagian hilir. Situasi ini diperparah dengan tumpukan ratusan kapal nelayan yang disandarkan di sepanjang aliran sungai.

“Di hilir itu ada sekitar 400 sampai 600 perahu aktif, ditambah sekitar 200 bangkai perahu. Ini jelas menghambat aliran air,” tegas Iwan memaparkan akar permasalahan.

Pihak BPBD Kabupaten Kendal mengidentifikasi bahwa penumpukan perahu di kedua sisi bantaran sungai menjadi faktor utama penyebab meluapnya air hingga tumpah ke permukiman. Sebagai solusi taktis, BPBD mendesak instansi terkait dan nelayan untuk melakukan penataan ulang sistem parkir perahu.

Baca Juga:Didukung Swasta, Wali Kota Pekalongan Targetkan Prestasi Olahraga Melesat di Porprov JatengDarurat 3.096 Anak Batang Putus Sekolah, Bupati Faiz Minta Kades Turun Tangan dan Siapkan Paket C

“Kalau harus bersandar di sungai, sebaiknya cukup satu sisi saja. Jangan dua sisi dipakai semua karena itu menghambat aliran,” pungkas Iwan merekomendasikan langkah mitigasi. (fur)

0 Komentar