RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kondisi infrastruktur sarana pendidikan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, masih jauh dari kata ideal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Batang mencatat setidaknya 300 sekolah di wilayah tersebut mengalami kerusakan fisik, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.
Kepala Dindikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengungkapkan bahwa mayoritas fasilitas pendidikan yang mengalami degradasi fisik adalah bangunan Sekolah Dasar (SD) yang usianya sudah tergolong tua.
“Totalnya sekitar 300-an sekolah dengan kondisi rusak ringan, sedang hingga berat. Banyak di antaranya bangunan lama,” ujar Bambang saat memberikan keterangan, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga:Banjir Aneh di Awal Kemarau Rendam 8 Kelurahan Kendal, Ratusan Perahu Jadi Biang KerokTertipu Ratusan Juta dan Gagal Berangkat, 9 Calon Jemaah Umrah Laporkan Biro PT AS ke Polres Pekalongan
Berdasarkan data Dindikbud, dari total 454 SD yang beroperasi di Kabupaten Batang, sekitar 80 di antaranya masuk dalam kategori rusak berat. Usia pakai bangunan menjadi faktor dominan penyebab rapuhnya infrastruktur tersebut.
Terkendala Anggaran, Butuh Waktu 45 Tahun
Upaya pemulihan ratusan gedung sekolah ini sayangnya harus terbentur kendala klasik: keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bambang membeberkan bahwa dalam satu tahun anggaran, pemerintah daerah rata-rata hanya memiliki kapasitas finansial untuk merehabilitasi sekitar 10 sekolah.
Sebagai gambaran, estimasi biaya rehabilitasi satu unit sekolah berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta, bergantung pada tingkat kerusakan strukturnya. Lambatnya ritme perbaikan ini memunculkan proyeksi yang cukup memprihatinkan.
“Kalau setahun hanya 10 sekolah yang bisa diperbaiki, maka untuk seluruh SD bisa memakan waktu hingga 45 tahun. Sementara yang sudah diperbaiki pun berpotensi rusak kembali seiring waktu,” ucap Bambang menjelaskan dilema yang dihadapi institusinya.
Tunggu Kuota Pusat untuk Revitalisasi 2026
Guna mempercepat proses perbaikan, Dindikbud Batang telah menyusun draf usulan program revitalisasi untuk tahun anggaran 2026. Usulan perbaikan fisik ini mencakup 45 Taman Kanak-Kanak (TK), 85 SD, dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kendati demikian, realisasi dari usulan tersebut masih harus menunggu lampu hijau dan alokasi dana dari pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu kuota dari pemerintah pusat. Tidak semua yang diajukan akan disetujui,” kata Bambang menegaskan.
Baca Juga:Bikin Bangga! Sambut May Day 2026, Polres Pekalongan Manjakan Buruh dan Ojol Lewat Cek Kesehatan GratisDidukung Swasta, Wali Kota Pekalongan Targetkan Prestasi Olahraga Melesat di Porprov Jateng
Situasi ini menjadi tantangan serius bagi eksekutif daerah. Sebagai perbandingan, pada tahun anggaran sebelumnya, skala pengajuan revitalisasi terbilang sangat kecil. Dindikbud hanya mengajukan perbaikan untuk 10 sekolah, dengan realisasi bantuan yang turun untuk 9 sekolah.
