Jemari Spenga, Inovasi Digital SMPN 3 Pekalongan Bangun Ekosistem Wirausaha Pelajar  

Jemari Spenga
SMP Negeri 3 Pekalongan menghadirkan inovasi bertajuk Jemari Spenga
0 Komentar

Mereka juga belajar teknik penyusunan deskripsi produk, pembuatan identitas merek sederhana, hingga strategi pemasaran digital melalui berbagai kanal media khususnya media sosial pribadi yang dimilikinya.

Siswa juga belajar mengelola tampilan usaha secara lebih profesional agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Melalui platform Jemari Spenga, masyarakat dapat melihat berbagai produk dan jasa karya siswa dalam satu katalog digital sekolah.

Baca Juga:Islamic Festival Smuhi Berlangsung Meriah dan MemukauBorong 4 Piala FLS3N, SD Muhammadiyah Tangkil Tengah Siap Melaju ke Tingkat Kabupaten

Beberapa usaha siswa bahkan mulai mendapatkan pelanggan dari luar lingkungan sekolah setelah dipromosikan melalui platform tersebut.

Selain memberi manfaat ekonomi, inovasi ini juga memperkuat keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital.

Siswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan, tetapi juga mengalami langsung proses membangun usaha secara nyata.

Dari sisi sekolah, Jemari Spenga membantu proses dokumentasi perkembangan usaha siswa sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.

Data usaha siswa kini lebih mudah dipantau dan dievaluasi secara berkala.

Sekolah juga memiliki arsip digital yang dapat digunakan sebagai media publikasi dan pengembangan program kewirausahaan berbasis teknologi.

Implementasi inovasi ini turut mendapat dukungan berbagai pihak.

Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mendukung penguatan pembelajaran berbasis digital dan pengembangan kompetensi siswa.

Baca Juga:​Smuhi Borong Medali di Ajang IPSI Cup 3 Kabupaten PekalonganMenemukan Kembali Majalah Bobo di Perempatan Kaliurang

Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan memberikan penguatan literasi digital serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Dalam aspek pengembangan jiwa entrepreneur pelajar, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan juga dinilai relevan dalam mendukung penguatan branding dan pemasaran digital bagi siswa.

Keunggulan Jemari Spenga terletak pada kesederhanaan sistem yang digunakan.

Platform ini memanfaatkan layanan gratis dan mudah dioperasikan sehingga dapat diperbarui secara mandiri oleh tim sekolah tanpa memerlukan kemampuan pemrograman yang kompleks.

Selain itu, sistem berbasis microsite membuat akses lebih praktis dan responsif di berbagai perangkat.

Hingga saat ini, inovasi tersebut terus berkembang dan menjadi budaya baru di lingkungan sekolah.

Siswa mulai terbiasa memanfaatkan teknologi secara produktif, tidak hanya sebagai pengguna media sosial, tetapi juga sebagai kreator dan pelaku usaha muda.

Keberhasilan Jemari Spenga menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal dan rumit.

0 Komentar