Realitas ini mencekik aktivitas harian warga setempat. Samusi, salah seorang warga Desa Mulyorejo, membeberkan bahwa banjir kini datang layaknya tamu rutin setiap sore, memicu kecemasan kolektif saat air pasang bertabrakan dengan intensitas hujan dari wilayah selatan.
“Sekarang hampir tiap sore banjir. Air dari sungai meluap, tanggul juga limpas, di jembatan juga sama, hampir semuanya limpas. Harapan kami segera dilaksanakan. Termasuk pintu air juga segera diperbaiki,” keluh Samusi.
Menunggu Proses Lelang
Sementara itu, pihak eksekutif tengah berpacu dengan waktu. Kepala Bidang PSDA DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, memastikan alokasi anggaran telah disiapkan melalui skema mendahului perubahan APBD.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Pantura Batang, Dua Pemuda Tewas Terlindas Truk Usai Motor OlengProduksi Perdana, Sumur Minyak Rakyat Kendal Kirim 15 Ribu Liter Minyak Mentah ke Pertamina Cepu
“Tadi sudah kita cek bersama di lapangan, harapannya bisa berjalan maksimal tanpa kendala. Untuk anggaran, sudah kita siapkan melalui skema mendahului perubahan, saat ini masih tahap perencanaan sebelum nantinya dilelangkan,” papar Pujo.
Sebagai catatan, penanganan rob di wilayah Tirto merupakan pemenuhan tujuh tuntutan warga usai demonstrasi masif beberapa bulan lalu, kala banjir melumpuhkan sejumlah desa selama 37 hari. Meski peninggian tanggul dan penambahan pompa senilai miliaran rupiah tengah digarap, normalisasi drainase yang belum teranggarkan membuat ancaman tenggelamnya pesisir Tirto belum sepenuhnya usai. (HAD)
