RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dibuat geger luar biasa pada Minggu (17/5/2026) pagi. Bagaimana tidak, sebuah balon udara liar berukuran besar yang nekat dipasangi petasan jatuh dan meledak hebat tepat di atas rumah salah satu warga!
Ledakan keras bak bom itu langsung menghancurkan bagian atap dan merontokkan plafon rumah milik Muhammad Ghozali, yang berlokasi di Jalan Jaya Bakti Gang Melati RT 06 RW 02.
Tragedi mendebarkan ini bermula saat Ghozali yang sedang berada di luar rumah mendadak melihat sebuah objek balon udara terbang rendah. Bulu kuduknya langsung merinding saat menyadari balon tersebut terbang sempoyongan mengarah tepat ke kediamannya.
Baca Juga:Ancaman El Nino Godzilla, BPBD Kendal Siaga Krisis Air Bersih dan Kebakaran Hutan di Kemarau 2026Maju ke Tingkat Nasional, TPA Ibunda Batang Wakili Jateng di Ajang TAMASYA Kemendukbangga
Tak berselang lama, balon udara itu jatuh menghantam atap. Detik berikutnya, suara ledakan menggelegar dari petasan yang dibawa balon tersebut langsung memecah kesunyian pagi.
Akibat amukan petasan tersebut, puluhan genteng rumah korban hancur berantakan dan plafon di salah satu kamar tidur jebol seketika. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden mengerikan ini.
Polisi Lacak Medsos, 7 Bocah Terciduk!
Mendapat laporan darurat dari masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110, jajaran Polres Pekalongan Kota langsung tancap gas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Berbekal kejelian petugas, polisi berhasil melacak sebuah unggahan video viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sekelompok anak yang memamerkan balon udara liar yang baru selesai dibuat, bahkan sempat dijadikan alas tiduran. Setelah dicocokkan, sisa potongan balon di TKP ternyata identik dengan yang ada di video tersebut!
Kena mental karena aksinya terlacak, tujuh anak yang diduga kuat sebagai otak di balik penerbangan balon maut tersebut langsung lemas. Didampingi orang tua masing-masing, mereka akhirnya mendatangi rumah korban untuk meminta maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab memperbaiki kerusakan.
Pada malam harinya, pihak Kelurahan Medono bersama Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Catur, langsung bergerak cepat memfasilitasi mediasi antara korban dan para orang tua pelaku. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan korban mendapatkan ganti rugi penuh untuk biaya perbaikan atap serta plafon yang rusak.
