Gandeng Pusat, Pemkab Batang Usulkan Rehab 400 RTLH ke Kementerian Demi Babat Habis Kemiskinan Ekstrem

Gandeng Pusat, Pemkab Batang Usulkan Rehab 400 RTLH ke Kementerian Demi Babat Habis Kemiskinan Ekstrem
NOVIA ROCHMAWATI TINJAU RTLH - Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat meninjau langsung salah satu sasaran RTLH yang bakal mendapatkan alokasi rehab dari APBD 2026.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Langkah nyata terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang demi mengangkat harkat hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Tak main-main, tahun ini Pemkab Batang langsung tancap gas mengusulkan perbaikan alias rehab untuk 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Kementerian Perumahan rakyat guna mempercepat program pengentasan kemiskinan.

Gebrakan ini diambil karena pemerintah daerah emoh melihat masih banyak warganya yang terpaksa berteduh di bawah kondisi rumah yang memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, blak-blakan membeberkan potret pilu yang ditemukannya langsung di lapangan saat meninjau program RTLH di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, pada Selasa (19/5/2026). Ia mengaku mengelus dada melihat potret hunian warganya yang serba kekurangan.

Baca Juga:Bus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-lukaDorong Pelaku UMKM Kuasai Bisnis Digital, Pemkab Pekalongan Gandeng Alfamart Lewat Program Alfamind

“Ada rumah yang ukurannya sangat kecil, lantainya masih tanah, atap bocor, dinding rusak, bahkan belum memiliki kamar mandi,” ungkap Bupati Faiz dengan nada prihatin.Kombinasi Dana APBD dan Pusat, Target 600 Rumah Dibedah!

Bupati Faiz menjelaskan, untuk tahun anggaran berjalan ini, Pemkab Batang sebenarnya sudah mengunci alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membedah lebih dari 140 rumah warga. Dalam skema ini, setiap keluarga penerima manfaat berhak mengantongi kucuran stimulus sebesar Rp18,5 juta guna merenovasi hunian mereka secara mandiri dengan kawalan ketat petugas pendamping.

Namun, karena emoh bergerak lambat, Pemkab Batang langsung mengetuk pintu pemerintah pusat agar mengucurkan dana segar tambahan demi mendongkrak kuota rumah yang bisa diselamatkan.

“Kami sedang mengajukan sekitar 400 rumah lagi ke Kementerian Perumahan. Jadi totalnya nanti hampir 600 rumah yang akan dibantu,” jelas Faiz memperinci target ambisius tersebut.Prioritas untuk Warga Miskin Desil 1 Sampai 5

Agar bantuan ini tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan yang salah, orang nomor satu di Kabupaten Batang ini menegaskan bahwa program RTLH dikunci rapat hanya untuk masyarakat kurang mampu yang masuk dalam klaster desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bagi warga yang merasa berhak dan kondisi rumahnya masih memprihatinkan, Pemkab Batang membuka lebar-lebar pintu pengajuan melalui mekanisme usulan dari tingkat pemerintahan desa masing-masing.

0 Komentar