Remaja yang Tenggelam di Sungai Sengkarang Pekalongan Ditemukan Meninggal di Dasar Sungai

Remaja yang Tenggelam di Sungai Sengkarang Pekalongan Ditemukan Meninggal di Dasar Sungai
EVAKUASI - Petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Sengkarang, Tirto.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Operasi pencarian terhadap Irsal Dwi Pratama (18), remaja asal Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang dilaporkan tenggelam di Aliran Sungai Sengkarang resmi berakhir. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa siang, 19 Mei 2026, sekitar pukul 13.40 WIB.

Jasad korban terdeteksi berada di dasar sungai setelah tim penyelam melakukan penyisiran intensif di sekitar titik penyelaman.

Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Susanto, menjelaskan bahwa evakuasi korban berhasil dilakukan berkat pengerahan kru penyelam khusus. Tubuh korban ditemukan di area dasar sungai, berjarak sekitar 50 meter ke arah utara dari lokasi awal hilangnya korban.

Baca Juga:Bus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-lukaDorong Pelaku UMKM Kuasai Bisnis Digital, Pemkab Pekalongan Gandeng Alfamart Lewat Program Alfamind

“Kami menerjunkan dua orang penyelam dari Basarnas. Korban berhasil ditemukan di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar Susanto saat memberikan konfirmasi, Selasa sore, 19 Mei 2026.Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, jenazah Irsal langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bendan Kota Pekalongan guna menjalani prosedur pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Abaikan Peringatan Penjaga Jembatan

Peristiwa tragis ini bermula pada Senin sore, 18 Mei 2026. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban bersama sejumlah rekannya mendatangi Sungai Sengkarang yang berada di bawah jembatan gantung Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, dengan tujuan untuk mandi dan berenang.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan remaja ini sebenarnya telah mendapatkan peringatan keras dari Casmudi (63), penjaga jembatan gantung setempat. Casmudi meminta mereka urung berenang mengingat waktu yang sudah sore dan karakteristik kedalaman sungai yang berbahaya. Namun, teguran tersebut diabaikan, dan mereka justru berpindah ke sisi selatan sungai.

Petaka terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat korban bersama seorang rekannya mencoba berenang menyeberangi sungai dari arah barat menuju timur. Di tengah arus, korban diduga mengalami kelelahan akut hingga tubuhnya melemas. Salah satu rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun karena kehabisan tenaga, ia terpaksa menyelamatkan diri ke tepi timur. Korban pun langsung tenggelam dan hilang dari permukaan air.

Merespons laporan darurat warga, Polsek Tirto bersama tim SAR gabungan yang terdiri atas SAR Bumi Santri, BPBD Kabupaten Pekalongan, Basarnas, LPBI NU, TNI, dan Polri langsung menggelar operasi penyelamatan terpadu.

0 Komentar