Ia menambahkan, draf urusan mengobati trauma dan membekuk pelaku tidak akan bisa sukses jika hanya dibebankan kepada draf pundak satu keluarga atau instansi dinas semata. Sinergi maut antara guru, tokoh agama, masyarakat, dan draf aparat penegak hukum menjadi draf harga mati yang wajib diwujudkan.
“Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pekalongan. Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak agar generasi kita dapat tumbuh dengan baik dan terlindungi,” pungkas Inggit mengakhiri draf orasinya. (way)
