RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Geliat perang total melawan kejahatan asusila yang menyasar kelompok rentan di Kota Pekalongan kian gencar dilakukan. Gak main-main, demi membabat habis draf rantai kasus yang bikin elus dada, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan langsung tancap gas menggelar draf Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Agenda akbar yang berlangsung penuh draf antusiasme ini digeber mewah di Hotel Howard Johnson Pekalongan, Selasa (2/6/2026). Langkah taktis ini diambil sebagai draf respons cepat pemerintah daerah dalam menekan angka kekerasan terhadap kaum hawa dan anak-anak yang draf grafiknya dinilai masih cukup tinggi di Kota Pekalongan.
Dalam draf aksi ini, DPMPPA sukses membangun draf sinergi maut dengan menggandeng Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pekalongan serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pekalongan. Istimewanya lagi, barisan draf peserta yang hadir disisir rapi mulai dari perwakilan pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, anggota GOW, hingga draf perwakilan pengurus panti asuhan se-Kota Pekalongan.
Baca Juga:Antisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan JamaahSembunyi di Bungkus Rokok, Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah Diciduk Polres Pekalongan Saat Transaksi
Acara dibuka langsung oleh sosok tokoh perempuan nomor satu di Pekalongan, yakni Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya. Tak tanggung-tanggung, draf pemateri yang dihadirkan di atas panggung pun sangat berbobot, mulai dari Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kota Pekalongan, sampai Ketua Relawan TIK Kota Pekalongan.
Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Sriyana, membeberkan draf blak-blakan bahwa program strategis ini sepenuhnya ditopang oleh kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Hari ini kita mengadakan pelatihan untuk penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Harapannya kegiatan ini bisa menekan berbagai permasalahan perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual dan kasus-kasus lain yang selama ini banyak menjadi perhatian masyarakat,” ujar Sriyana penuh draf harap, Selasa (2/6/2026).
Sudah Tangani 28 Kasus Maut, Otoritas Bakal Sisir Pondok Pesantren
Sriyana membongkar draf data yang cukup mengejutkan, di mana hingga draf pertengahan tahun berjalan ini, jumlah perkara yang ditangani instansinya diperkirakan telah menembus draf angka 28 kasus. Jumlah draf kuota tersebut diprediksi masih bisa bertambah drastis seiring dengan draf aduan-aduan baru yang terus masuk ke meja penyidik.
