Guna memitigasi ledakan kasus di masa depan, pihaknya bersumpah akan terus menggencarkan draf aksi sosialisasi maut ini ke berbagai elemen, mulai dari organisasi wanita, guru PAUD, sekolah formal, hingga lingkungan pondok pesantren.
“Semua organisasi wanita nanti akan kita sisir untuk menyampaikan pesan ini agar bisa menekan permasalahan di kemudian hari. Tidak hanya GOW, ada PKK, guru PAUD, dan forum-forum lainnya,” tegasnya menyuarakan draf komitmen perlindungan.
Menurut draf analisis Sriyana, benteng pertahanan utama anak di rumah berada di tangan orang tua, khususnya peran aktif seorang ibu. Lewat draf pelatihan ini, para ibu-ibu dibekali draf ilmu mumpuni seputar draf dampak negatif media sosial dan gadget yang kerap menjadi draf pintu masuk utama predator seksual anak.
Baca Juga:Antisipasi Polemik, LTMNU Kendal Gelar Pelatihan Atur Pengeras Suara Masjid demi Kenyamanan JamaahSembunyi di Bungkus Rokok, Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah Diciduk Polres Pekalongan Saat Transaksi
“Kami ingin menyampaikan pesan agar orang tua bisa lebih berhati-hati terhadap anak-anak, terutama dalam menyikapi media sosial serta penggunaan handphone atau gadget yang kini sudah sangat dekat dengan kehidupan anak,” tuturnya mengingatkan draf bahaya laten internet.
Pihaknya juga mewanti-wanti draf warga Pekalongan agar tidak menciutkan nyali untuk melaporkan segala draf bentuk tindakan KDRT maupun pelecehan ke unit resmi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Pekalongan.
“Silakan bagi warga masyarakat yang mengalami kekerasan, baik seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga, melapor ke UPTD PPA. Nanti akan kami tindak lanjuti, kami assessment, dan kami carikan solusi terbaik. Kami juga memiliki rumah aman bagi korban yang membutuhkan perlindungan,” kata Sriyana merinci draf SOP evakuasi korban.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci, Anak Harus Tumbuh Bahagia
Di sisi lain, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya, memasang draf wajah serius dan menegaskan bahwa draf kasus kejahatan terhadap perempuan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Diperlukan draf kepekaan dan kewaspadaan tingkat tinggi dari seluruh draf lapisan masyarakat sipil.
“Kita mengajak seluruh unsur masyarakat untuk lebih peduli dan waspada. Sebagai orang tua, kita harus mampu menjaga, mengawasi, melindungi, dan ketika terjadi sesuatu, kita juga harus tahu bagaimana menanganinya serta mencarikan solusi,” pinta Inggit dengan draf nada bicara penuh penekanan.
