Marak Bakar Sampah Sembarangan, Damkar Kota Pekalongan Imbau Warga Waspada Potensi Kebakaran

Marak Bakar Sampah Sembarangan, Damkar Kota Pekalongan Imbau Warga Waspada Potensi Kebakaran
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol P3KP Kota Pekalongan, Kukuh Adi Sri Satyanto.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol P3KP Kota Pekalongan, Kukuh Adi Sri Satyanto, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran. Warga diimbau keras untuk tidak membakar sampah maupun rumput kering secara sembarangan karena berisiko tinggi merembet ke kawasan permukiman padat penduduk.

Kukuh mengungkapkan, berdasarkan data statistik penanganan bencana, otoritas pemadam kebakaran mencatat telah terjadi sekitar 30 peristiwa kebakaran di wilayah Kota Pekalongan hingga pertengahan tahun 2026 ini.

Meski demikian, angka tersebut menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Dana Desa, Kejari Batang dan ABPEDNAS Luncurkan Aplikasi Jaga DesaRespons Viral "Kendal Nggebal" Akibat Galian C, Pemkab dan Forkopimda Reaktivasi Satgas Tambang MBLB

“Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 50 kejadian. Sepanjang tahun 2025 sendiri tercatat total ada sekitar 80 kejadian kebakaran,” ujar Kukuh saat memberikan keterangan resmi, Jumat, 5 Juni 2026.

Guna mendongkrak kesiapsiagaan personel di lapangan, armada Damkar Kota Pekalongan pada tahun anggaran ini mendapatkan suntikan sarana dan prasarana baru. Tambahan logistik tersebut meliputi perlengkapan keselamatan seperti helm khusus, sepatu aman, hingga baju APD tahan sengatan tawon.

Pengadaan perlengkapan proteksi satwa ini dinilai krusial. Pasalnya, selain memadamkan api, petugas Damkarmat belakangan ini juga kebanjiran permintaan operasi penyelamatan non-kebakaran (rescue), salah satunya evakuasi sarang tawon yang meresahkan warga di lingkungan perumahan.

Di sisi lain, penguatan barisan pertahanan bencana berbasis masyarakat juga terus digenjot. Kukuh menyebut para relawan pemadam kebakaran (Redkar) yang tersebar di tiap-tiap kelurahan rutin mendapatkan pembekalan taktis dan koordinasi berkala guna meningkatkan respons cepat penanganan darurat sesuai standar operasional.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat saat terjadi kebakaran maupun kondisi kedaruratan lainnya dapat langsung menghubungi Mako Damkar, Kantor Satpol P3KP Kota Pekalongan, relawan Redkar setempat, atau melalui layanan panggilan darurat bebas pulsa 112,” kata Kukuh menandaskan. (nul)

0 Komentar