RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Suasana haru mewarnai kedatangan ratusan jemaah haji asal Kota Pekalongan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 dan Kloter 15 SOC Tahun 2026. Sebanyak 341 jemaah dilaporkan kembali ke Tanah Air dengan selamat, meski diselimuti duka atas berpulangnya salah satu jemaah dalam penerbangan pulang dari Tanah Suci.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyambut langsung kedatangan 210 jemaah Kloter 14 di GOR Jetayu, Selasa dini hari, 9 Juni 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Rombongan gelombang pertama ini tiba dengan menggunakan lima unit bus pariwisata setelah menyelesaikan ibadah haji selama kurang lebih 40 hari.
“Alhamdulillah jemaah Kloter 14 yang berjumlah 210 orang tiba dengan lancar. Namun ada satu jemaah yang wafat di pesawat saat perjalanan pulang, yakni almarhumah Hj. Nur Janah binti Kaprawi (68) warga Kradenan, Pekalongan Selatan,” ujar Afzan Arslan Djunaid, Selasa.
Baca Juga:Dorong Kualitas Panen, Permintaan Bibit Tembakau Mutiara Hitam di Kendal Alami LonjakanBerdiri di Lahan Satu Hektare, Padepokan Harimau Putih Kendal Resmikan GOR Baru Lewat Kejuaraan Pencak Silat
Wali Kota yang akrab disapa Aaf tersebut menyampaikan belasungkawa mendalam dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Jasad jemaah tersebut langsung dievakuasi menggunakan mobil jenazah dari Asrama Haji Donohudan menuju rumah duka untuk proses pemakaman.
Pemerintah kota sengaja tidak menggelar seremonial besar karena sebagian jemaah langsung dijemput oleh pihak keluarga. Aaf berharap para jemaah yang kembali ke masyarakat dapat menjadi teladan dan membawa dampak sosial yang positif di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, jemaah yang tergabung dalam Kloter 15 SOC mendarat dan tiba di lokasi yang sama pada Selasa siang sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan 131 jemaah yang diangkut tiga unit bus ini disambut oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab.
“Kami mendoakan seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh serta membawa keberkahan bagi Kota Pekalongan,” kata Balgis Diab saat memberikan sambutan penyambutan.
Salah seorang jemaah Kloter 15, Yeyen Indriyani, 57 tahun, mengaku terharu bisa menyelesaikan rangkaian ibadah haji setelah mengantre selama 13 tahun. Warga Podosugih ini menyebut fasilitas pelayanan haji tahun ini berjalan memuaskan meski para jemaah harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca yang cukup kontras.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, H. Rindiantono, memberikan catatan bahwa manifes Kloter 15 sebenarnya berjumlah 133 orang. Namun, terdapat satu jemaah bernama Ali Maliki yang harus tertunda kepulangannya karena menjalani operasi dan pemasangan alat pacu jantung di Arab Saudi.
