Ia menegaskan seluruh catatan yang diberikan BPK telah ditindaklanjuti melalui langkah korektif dan perbaikan program. Berkat komitmen tersebut, opini WTP ke-11 berhasil dipertahankan.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo, menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, melainkan tolok ukur utama bahwa laporan keuangan disusun secara wajar, transparan, dan akuntabel.
“WTP menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan APBD,” terangnya.
Baca Juga:Bupati Batang Sterilkan Trotoar & Alun-alun, PKL Direlokasi ke Food CourtDikebut TNI, Progres Konstruksi Jembatan Gantung Garuda di Pekalongan Capai 85 Persen Hubungkan 2 Desa
Menurut Cayekti, predikat WTP juga memperkuat iklim investasi karena memberikan kepastian dan kepercayaan bagi investor. Pada akhirnya, tata kelola keuangan yang baik akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran.
“Keberhasilan mempertahankan opini WTP hingga 11 kali berturut-turut merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, serta komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” pungkasnya. (way)
