Cegah Stunting Ideologi, Muhammadiyah Kendal Gembleng 49 Kepala Sekolah Lewat Baitul Arqam

Cegah Stunting Ideologi, Muhammadiyah Kendal Gembleng 49 Kepala Sekolah Lewat Baitul Arqam
ABDUL GHOFUR, BAITUL ARQAM - Ketua MPKSDI PD Muhammadiyah Kendal, Edy Hansa saat menyampaikan materi di Baitul Arqam kepala sekolah Muhammadiyah se Kabipaten Kendal, Selasa (16/6/2026)
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 49 kepala sekolah dan kepala madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal mengikuti Baitul Arqam yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Semarang, selama dua hari, Senin-Selasa (15–16/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah untuk memperkuat kaderisasi di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan.

Master of Training (MoT) Baitul Arqam, Shobaril Yuliadi, menyampaikan bahwa penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan mendesak agar sekolah dan madrasah Muhammadiyah tetap menjadi pusat pembentukan kader persyarikatan yang berkemajuan. Menurutnya, kepala sekolah dan kepala madrasah harus memiliki pemahaman ideologi dan gerakan Muhammadiyah yang kuat sehingga mampu menjadi motor penggerak kaderisasi di satuan pendidikan masing-masing.

“Baitul Arqam ini merupakan langkah awal penguatan fungsi perkaderan di AUM pendidikan. Setelah kepala sekolah dan kepala madrasah, program ini akan dilanjutkan secara bertahap kepada guru Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” tegas Shobaril.

Baca Juga:DPRD Batang Soroti SILPA Rp196 Miliar, Bupati Faiz: Itu Antisipasi Pemangkasan Anggaran 2026DBHCHT Kendal Dipangkas 50%, Bupati Minta Verifikasi BLT Petani Tembakau Diperketat

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang perkaderan dan pendidikan Muhammadiyah, antara lain Zuhron dari MPKSDI Jawa Tengah, Bahtiar dari MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PDM Kendal Inu Indarto, serta Edy Hansa dari MPKSDI Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kendal, Maryono, mengingatkan pentingnya penguatan ideologi Kemuhammadiyahan untuk mencegah terjadinya apa yang ia sebut sebagai “stunting ideologi” di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus unggul dalam empat hal: ideologi, profesionalisme, manajemen, dan pelayanan.

“Sekolah Muhammadiyah harus unggul dalam ideologi, profesionalisme, manajemen, dan pelayanan. AUM pendidikan adalah pusat dakwah sekaligus tempat mencetak pemimpin Muhammadiyah masa depan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH Ikhsan Intizam, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, makna hijrah tidak sekadar perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan kualitas keimanan.

“Hijrah harus dimaknai sebagai tekad kuat untuk meninggalkan segala bentuk keburukan, kemalasan, dan perpecahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih diridhai Allah SWT,” tegasnya. (fur)

0 Komentar