KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Setelah dilakukan proses identifikasi, jati diri perempuan yang ditemukan tidak bernyawa di semak-semak tepi Jalan Lingkar Weleri, Desa Payung, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Lutfiana, warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal.
Kapolsek Weleri AKP Yulianto menjelaskan, kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pencocokan data melalui sidik jari korban.
“Korban berhasil kami identifikasi atas nama Lutfiana, warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal. Identitas itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari,” ujarnya.
Baca Juga:DBHCHT Kendal Dipangkas 50%, Bupati Minta Verifikasi BLT Petani Tembakau DiperketatUMKM Pekalongan Dituntut Adaptif, Dekranasda Dorong Manfaatkan AI untuk Pemasaran
Setelah identitas diketahui, kepolisian segera menghubungi keluarga korban dan meminta mereka datang ke RS Bhayangkara Semarang untuk melakukan pencocokan. Pihak keluarga, termasuk suami korban, kemudian memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah Lutfiana.
“Saya menerima laporan dari anggota di RS Bhayangkara bahwa pihak keluarga dan suami korban telah memastikan jenazah tersebut benar anggota keluarganya,” ujarnya.
Meski identitas korban telah terungkap, polisi masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian perempuan tersebut.
“Untuk penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.
Suami korban, Ahmad Trimulyono, mengaku mengenali jenazah istrinya saat berada di ruang autopsi. Ia memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.
“Benar, itu istri saya. Saya mengenali pakaian yang dipakainya,” katanya.
Trimulyono mengungkapkan, istrinya telah hilang kontak sejak Kamis (11/6/2026). Komunikasi terakhir dilakukan melalui pesan WhatsApp pada malam hari sebelum korban tidak lagi dapat dihubungi.
“Sejak Kamis malam nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi. Tadi sore saya mendapat kabar bahwa istri saya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.
Usai proses autopsi selesai, keluarga berencana segera memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum setempat.
Baca Juga:SPPG di Jateng Diminta Serap Telur Peternak Lokal untuk Program MBG, Wagub: Jangan Rugikan PetaniMusim Kemarau Tiba, Damkar Pekalongan Ingatkan Warga Waspadai Risiko Kebakaran
Sebelumnya, penemuan jenazah perempuan tersebut menggegerkan warga Desa Payung. Saat ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB, korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus bergaris putih-merah muda, sweater cokelat, dan celana jins biru. (fur)
