PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) menggelar kegiatan padat karya pembersihan sedimentasi dan sampah di Sungai Asem Binatur, Kelurahan Medono, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang melibatkan puluhan warga ini mendapat tinjauan langsung dari Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Aaf.
Wali Kota Aaf menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga, perangkat kelurahan, dan seluruh pihak yang turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan sungai. Ia menilai kondisi Sungai Asem Binatur saat ini mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur, penumpukan sampah, serta pertumbuhan vegetasi liar yang mengganggu kelancaran arus air.
“Kegiatan ini kami harapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Penanganan sungai tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah semata, partisipasi aktif warga sangat diperlukan agar hasilnya lebih maksimal,” ujar Aaf di lokasi peninjauan.
Baca Juga:Batang Siapkan Lahan 8 Hektare, Kejar Realisasi Sekolah Nasional TerintegrasiKenaikan Harga Aspal dan Solar Industri Bikin Proyek Jalan di Pekalongan Tertunda
Orang nomor satu di Kota Pekalongan itu juga menekankan pentingnya normalisasi sungai yang berkelanjutan. Ia menyebut perlunya alokasi anggaran untuk mengangkut sedimentasi yang telah dibersihkan agar proses pemulihan fungsi sungai dapat berjalan optimal.
“Kolaborasi antara masyarakat, kelurahan, dan organisasi perangkat daerah terkait harus terus kita tingkatkan. Tujuannya jelas, untuk menekan risiko banjir di kawasan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menjelaskan bahwa kegiatan padat karya ini merupakan tindak lanjut dari usulan Kelurahan Medono. Selain bertujuan membantu normalisasi Sungai Asem Binatur, program ini juga memberikan peluang kerja sementara bagi warga yang membutuhkan.
“Kami melibatkan 15 warga Kelurahan Medono dan 10 tenaga teknis dari DPUPR serta kelurahan. Pelaksanaan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai 22 hingga 27 Juni 2026,” jelas Betty.
Menurut Betty, pembersihan dilakukan di sepanjang 200 meter sungai, dengan rincian 50 meter ke arah selatan dan 150 meter ke arah utara dari jembatan kelurahan. Dengan diangkatnya lapisan sedimentasi yang cukup tebal, kapasitas tampung air sungai diharapkan meningkat, sehingga potensi genangan dan banjir saat musim penghujan dapat ditekan.
“Kami berharap area resapan air menjadi lebih luas dan aliran sungai kembali normal. Ini merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir,” pungkas Betty. (nul)
