SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID – Program studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang sukses menggelar rangkaian program Student Mobility dan Visiting Lecture di Malaysia yang berlangsung pada 23–26 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasionalisasi akademik di tingkat global.
Selain sukses menyelenggarakan seminar internasional di Universiti Islam Selangor (UIS), delegasi S2 PAI FTIK UIN Walisongo Semarang juga menorehkan jejak akademik di The English College Johor Bahru, yang juga dikenal dengan nama Maktab Sultan Abu Bakar. Sekolah tersebut merupakan salah satu institusi pendidikan menengah paling bergengsi di Malaysia yang menyandang status Sekolah Kluster Kecemerlangan.
Kehadiran delegasi UIN Walisongo Semarang disambut langsung oleh Pengetua Kluster Kecemerlangan, Tuan Haji Abdul Razak Bin Abdul Samad. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak tahun 1914 ini merupakan tempat lahirnya para pemimpin nasional Malaysia, mulai dari kalangan Kesultanan Johor, jajaran menteri, hingga profesor-profesor ternama.
Baca Juga:Daya Tampung SMP di Pekalongan Cukup, Ada 1.350 Kursi Cadangan untuk Siswa BaruPolres Kendal Gagalkan Peredaran 50 Gram Sabu, Kurir Jaringan Dibekuk di Cepiring
Wakil Dekan III FTIK UIN Walisongo, Dr. H. Karnadi, M.Pd., menyebutkan bahwa pengalaman mengajar di sekolah unggulan Malaysia ini memberikan inspirasi besar bagi pengembangan mutu pendidikan di tanah air.
“Proses pembelajaran di sini mengarah pada pendekatan deep learning yang mencakup mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Aspek-aspek ini sangat penting untuk membangun strategi pedagogi yang efektif dan berdampak luas bagi peserta didik,” jelas Dr. Karnadi dalam keterangannya.
Program yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Walisongo dalam menghadirkan aksi konkret yang membawa manfaat langsung bagi ekosistem pendidikan global. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi program studi lain di lingkungan UIN Walisongo untuk mengembangkan program serupa di masa mendatang.
Dengan terselenggaranya program Student Mobility dan Visiting Lecture ini, UIN Walisongo Semarang menunjukkan keseriusannya dalam membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan, sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa melalui pengalaman belajar lintas budaya dan sistem pendidikan yang berbeda. (Anang)
