KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Semangat gotong royong kembali hidup di Dusun Pucangkowi, Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Warga dari berbagai RT turun tangan melakukan pengecoran jalan menuju Makam Mbah Kowi, Minggu (28/6/2026), yang selama ini menjadi jalur utama peziarah namun kerap licin dan sulit dilalui saat musim hujan.
Kegiatan swadaya ini digerakkan oleh Ketua Sosial Dusun Pucangkowi, Tri Sulistiyono, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut, terutama para peziarah yang datang dari berbagai daerah.
“Ini bukan sekadar cor jalan, tetapi ikhtiar bersama agar akses menuju makam lebih aman, layak, dan bisa digunakan siapa saja tanpa rasa khawatir,” tegas Tri Sulistiyono di sela-sela kegiatan, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga:Polres Kendal Gagalkan Peredaran 50 Gram Sabu, Kurir Jaringan Dibekuk di CepiringRibuan PTK Hadiri Edu-Summit 2026 di Kajen, Plt Bupati Siap Adopsi Hasil Forum
Pembangunan jalan tersebut dilakukan secara murni swadaya warga yang berasal dari RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 6. Selain kontribusi tenaga dan material dari warga, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Saefudin, yang turut memberikan bantuan material.
Menurut warga, kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan. Saat hujan turun, permukaan tanah berubah menjadi licin dan becek sehingga membahayakan peziarah, terutama para lansia yang datang berziarah ke Makam Mbah Kowi. Beberapa kali kejadian tergelincir dilaporkan terjadi di jalur tersebut.
Rahmad Hidayat selaku pelaksana kegiatan tampak mengoordinasikan jalannya pengecoran di lapangan. Ia memastikan proses kerja bakti berjalan tertib, mulai dari pengaturan adukan semen, pembagian tugas, hingga pengawasan kualitas pengecoran agar hasilnya maksimal dan tahan lama.
“Yang penting semua bergerak bersama, tidak ada yang merasa bekerja sendiri. Ini kerja kolektif demi kepentingan umum,” ujarnya.
Tokoh masyarakat setempat, Ahmad Jazuri, turut mengapresiasi langkah warga yang dinilai mencerminkan nilai kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan. Ia berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi dusun-dusun lain.
“Kami sangat bersyukur. Setelah jalan ini diperbaiki, peziarah akan lebih nyaman, dan ini menjadi contoh bahwa gotong royong masih hidup di tengah kita,” katanya.
