KLH Dorong Kota Pekalongan Tingkatkan Pengelolaan Sampah, Pemilahan dari Rumah Tangga

KLH Dorong Kota Pekalongan Tingkatkan Pengelolaan Sampah, Pemilahan dari Rumah Tangga
PENGELOLAAN - KLH Dorong Kota Pekalongan meningkatkan pengelolaan sampah.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Franky Zamzani, S.Hut., M.Env., mengapresiasi berbagai inisiatif Kota Pekalongan dalam memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Tim Adaptation Fund Kemitraan Indonesia meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kota Pekalongan, beberapa waktu lalu.

Menurut Franky, pelaksanaan Program Adaptation Fund di Kota Pekalongan telah menunjukkan hasil yang baik. Berbagai program yang berjalan meliputi pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, rehabilitasi mangrove, hingga pemberdayaan masyarakat melalui urban farming, hidroponik, dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

“Berbagai upaya tersebut dinilai mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Baca Juga:Rob dan Abrasi Ancam Pantai Sigandu Batang, 2 Hektare Lahan Pemda TerendamPolres Pekalongan Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Hari Bhayangkara ke-80

Meski demikian, Franky menilai pengelolaan sampah masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam hal pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia menjelaskan, pemilahan sejak sumber akan mempermudah proses pengolahan di TPST dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara keseluruhan.

“Kalau bisa pemilahan sampah sudah dilakukan dari rumah tangga, sehingga ketika sampai di TPST tidak perlu dipilah ulang. Ini akan membuat pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Franky juga mengapresiasi keberadaan TPST Mitra Brayan Resik sebagai bentuk komitmen nyata Kota Pekalongan dalam menangani persoalan sampah secara terpadu. Menurutnya, TPST tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang patut dicontoh oleh daerah lain.

Ia berharap upaya tersebut terus diperkuat agar jumlah sampah yang terkelola semakin meningkat dan dapat mendongkrak nilai penilaian Adipura Kota Pekalongan pada tahun mendatang. Peningkatan kualitas pengelolaan sampah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian kota bersih berkelanjutan.

“Berbagai inisiatif yang dilakukan sudah sangat baik. Ke depan, pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan agar prestasi Kota Pekalongan, termasuk dalam penilaian Adipura, bisa semakin baik,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pekalongan menyambut baik masukan dari KLH dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya, guna mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (nul)

0 Komentar