Dinkes Pekalongan Survei 420 Rumah Tangga, Cek Kualitas Air, Udara, dan Pangan

Dinkes Pekalongan Survei 420 Rumah Tangga, Cek Kualitas Air, Udara, dan Pangan
ISTIMEWA. SURVEI - Dinkes Kota Pekalongan melakukan survei lana kualitas air minum, udara dalam ruang dan pangan di rumah tangga.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melakukan surveilans atau pemantauan kualitas air minum, udara dalam ruang, dan pangan di 420 rumah tangga sepanjang 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan serta penyusunan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih terarah.

Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bersama tim puskesmas di masing-masing wilayah. Salah satu lokasi survei berada di Kecamatan Pekalongan Selatan, yang dilakukan pada Rabu (5/8/2026).

Pemeriksaan mencakup tiga aspek utama, yaitu kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari, kualitas udara dalam ruang seperti pencahayaan, suhu, kelembapan, dan laju udara, serta kualitas pangan yang disimpan dan dikonsumsi oleh keluarga.

Baca Juga:Batang Siaga Darurat Kekeringan, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus 2026Kebakaran Hantam Dua Titik di Kendal, 8 Rumah Ludes, Kerugian Capai Ratusan Juta

“Tujuannya untuk mengetahui bagaimana kualitas air, udara, dan pangan di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar pengendalian penyakit yang dapat ditimbulkan dari faktor-faktor lingkungan tersebut,” ujar Maysaroh.

Menurutnya, kualitas lingkungan yang buruk dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit bawaan makanan dan air. Oleh karena itu, hasil surveilans tidak hanya berfungsi sebagai bahan evaluasi program-program kesehatan lingkungan yang telah berjalan, tetapi juga menjadi acuan dalam menyusun langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.

Pada 2026, setiap puskesmas di Kota Pekalongan menargetkan pemeriksaan terhadap 30 rumah tangga, sehingga total keseluruhan mencapai 420 rumah tangga. Pemilihan lokasi dilakukan secara acak menggunakan aplikasi khusus agar setiap rumah tangga memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel.

Surveilans telah berlangsung sejak 7 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus. Setelah seluruh data terkumpul, hasil pemeriksaan akan dianalisis dan dievaluasi pada Oktober hingga paling lambat November, sebelum akhirnya disampaikan kepada pemangku kepentingan sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Maysaroh berharap capaian kualitas lingkungan pada tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data surveilans tahun lalu, persentase rumah tangga dengan kualitas air minum yang memenuhi syarat aman dikonsumsi di Kota Pekalongan baru mencapai sekitar 32 persen. Artinya, lebih dari 70 persen rumah tangga masih menggunakan air minum yang belum memenuhi standar kesehatan.

0 Komentar