Kendati demikian, Riyadi menilai kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap angka kunjungan wisata. Pasalnya, rob umumnya terjadi pada jam-jam tertentu, sehingga aktivitas wisata masih dapat berlangsung di luar waktu pasang air laut.
Meski begitu, ia mengakui mulai terjadi pergeseran minat wisatawan yang kini lebih banyak memilih destinasi pegunungan maupun kawasan glamping sebagai alternatif liburan.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola destinasi wisata diminta aktif memanfaatkan informasi cuaca dan pasang surut dari BMKG. Informasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada calon wisatawan melalui media sosial sehingga mereka mengetahui kondisi lapangan sebelum berkunjung.
Baca Juga:Polres Pekalongan Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Hari Bhayangkara ke-80Pemkab Pekalongan Gelar Nobar Piala Dunia di Kajen, Jadi Penggerak Ekonomi UMKM Lokal
“Pengelola bisa menginformasikan kondisi pantai melalui Instagram atau media sosial lainnya agar wisatawan memperoleh informasi lebih awal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap upaya mitigasi yang dilakukan, termasuk penanaman mangrove, dapat memberikan hasil optimal sehingga kawasan Pantai Sigandu tetap menjadi destinasi wisata unggulan di pesisir utara Jawa Tengah. (fel)
