PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan melaksanakan panen perdana ikan lele sebanyak 120 kilogram di kolam area Brandgang Rutan setempat, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak awal program pembinaan kemandirian di bidang perikanan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen perdana tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan, Suharto Laksono, beserta jajaran staf. Hasil panen sebanyak 120 kilogram ini berasal dari pemeliharaan 2.000 benih lele yang dibudidayakan selama kurang lebih dua bulan di kolam beton milik rutan.
Proses pemeliharaan, mulai dari perawatan hingga pemanenan, melibatkan dua warga binaan di bawah pendampingan petugas dan staf bimbingan kegiatan. Keterlibatan warga binaan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.
Baca Juga:Desak Sekda Dicopot, Koalisi Transparansi Pekalongan Gelar Aksi di Depan Kantor Setda dan DPRDPemkab Batang Genjot Pengembangan 5 Destinasi Wisata Prioritas Mulai Tahun Depan
Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengalaman langsung dalam pemeliharaan ikan, mulai dari pemberian pakan secara teratur, pemantauan pertumbuhan dan kesehatan ikan, hingga proses pemanenan yang tepat. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk dapat mandiri secara ekonomi di masa mendatang.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Ia menilai keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di rutan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan institusi.
“Panen perdana ini menjadi langkah awal yang baik untuk mengembangkan sektor perikanan di Rutan Pekalongan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan sesuai program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Seluruh hasil panen dipasarkan kepada pegawai Rutan Pekalongan dan pihak ketiga. Hasil penjualan dari panen perdana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan program pembinaan, sehingga kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan panen perdana ini, Rutan Pekalongan berencana kembali menebar 3.000 benih lele. Penambahan kapasitas budidaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi secara signifikan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian agar semakin produktif dan berkelanjutan. (way)
