Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal meluncurkan Gerakan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan (Gardu Kendal) dalam gelaran Festival Adminduk #4 di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026).
Program yang diinisiasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kendal ini menggandeng organisasi perempuan, seperti PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), untuk menjadi motor penggerak tertib dokumen di tingkat keluarga.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa kelengkapan dokumen kependudukan merupakan fondasi utama warga dalam mengakses hak-hak dasar dan pelayanan publik dari pemerintah.
Baca Juga:Tekan Kebocoran Cukai, FKUB Pekalongan Didorong Edukasi Masyarakat Bahaya Rokok Ilegal80 Persen UMKM Kuliner Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Kendal Pacu Penguatan Ekosistem Produk Lokal
“Administrasi kependudukan merupakan pintu masuk untuk memperoleh berbagai layanan, seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, perpajakan, hingga bantuan sosial. Karena itu, masyarakat harus memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ujar Dyah Kartika, Kamis.
Dyah Kartika menginstruksikan warga untuk aktif memperbarui elemen data setiap kali terjadi peristiwa penting, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian, maupun perpindahan domisili.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kendal, Ratna Mustikaningsih, menyampaikan bahwa keterlibatan kader perempuan sangat efektif untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkup terkecil masyarakat.
“Melalui lomba pidato adminduk, ibu-ibu yang menjadi perwakilan keluarga kami dorong menjadi mitra edukasi. Targetnya, seluruh keluarga di Kendal tertib administrasi, memiliki dokumen lengkap, dan rutin memperbarui data,” ungkap Ratna.
Melalui integrasi layanan cepat, Festival Adminduk, dan penguatan peran kader perempuan ini, Pemkab Kendal meyakini akurasi data kependudukan daerah akan meningkat pesat demi mendukung pembangunan yang tepat sasaran. (fur)
