Nuansa budaya kental mewarnai jalannya upacara peringatan tahun ini. Sebelum acara dimulai, Bupati Dyah yang berjalan berdampingan dengan sang suami, Murdoko, memimpin iring-iringan menuju stadion.
Rombongan yang terdiri atas jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah tokoh daerah itu dikawal oleh atraksi barongan berwujud harimau loreng yang menambah semarak suasana.
Dalam upacara tersebut juga dihadirkan simbol macan putih sebagai lambang keberanian, perjuangan, dan penjaga marwah daerah. Kehadiran simbol ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa semangat pantang menyerah harus terus diwariskan dari generasi ke generasi dalam membangun Kendal yang lebih maju dan berdikari.
Baca Juga:Musim Panen Tembakau Kendal, Petani Optimistis Harga Naik di Tengah KemarauKemenag Batang Kaji Haji 2027, Jemaah Hanya Bayar Rp18 Juta di Pelunasan
Sementara itu, Ketua DPRD Kendal Mahfud Shodiq yang turut hadir dalam upacara tersebut menilai bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi Kendal tidak terlepas dari kuatnya sektor pangan dan pertanian.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk terus memperkuat infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi, agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan dampak pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (fur)
