“Alam butuh pendampingan kita. Dengan merawat masyarakat sekitar Mata Air Bismo, mereka bisa ikut menjaga kondusivitas alam sekaligus aset milik PAM Sendang Kamulyan. Ini adalah sinergi yang sangat baik antara perusahaan dan masyarakat,” katanya.
Tokoh masyarakat Desa Bismo, Sugi, menuturkan bahwa Mata Air Bismo, khususnya kawasan Tuk Limo dan Tuk Ngobalan, telah menjadi penopang kebutuhan air bersih warga Batang selama puluhan tahun. Karena itu, ia berharap upaya penghijauan terus dilakukan secara konsisten agar debit air tetap terjaga.
“Jangan sampai ada penggundulan hutan. Kalau hutan rusak, debit air dikhawatirkan ikut berkurang. Kami sangat mendukung program penanaman pohon ini dan berharap keberlanjutannya,” tegas Sugi.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Perpanjang Bebas Denda PBB hingga Akhir Juli, Target Capaian Rp16,25 MThifal dari SMAN 1 Pekalongan Juara 1 Fotografi FLS3N Jateng, Melaju ke Nasional
Ke depan, PUDAM Sendang Kamulyan berencana terus meningkatkan kapasitas produksi dan menjangkau lebih banyak pelanggan, seiring dengan pertumbuhan pemukiman dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Batang. Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program perluasan akses air bersih yang merata dan berkelanjutan. (fel)
