Pantai Indah Kemangi Kendal Raup Miliaran Rupiah, Biayai Sekolah Gratis Warga Desa

Pantai Indah Kemangi Kendal Raup Miliaran Rupiah, Biayai Sekolah Gratis Warga Desa
ABDUL GHOFUR. WISATA ANDALAN - Gerbang Pantai Indah Kemangi di Desa Jungsemi, Kendal, menjadi pintu masuk destinasi wisata andalan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, Kamis (30/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pantai Indah Kemangi (PIK) di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, bukan sekadar destinasi wisata pesisir yang menawarkan pemandangan alam. Lebih dari itu, objek wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini telah menjelma menjadi tulang punggung perekonomian desa.

Dengan pendapatan yang mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya, PIK tidak hanya digunakan untuk mengembangkan kawasan wisata, tetapi juga dialokasikan untuk membiayai pendidikan gratis, berbagai program sosial, serta menghidupi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar desa.

Manajer Pantai Indah Kemangi, Sulton, mengungkapkan bahwa sejak BUMDes mengambil alih pengelolaan pada tahun 2018, kunjungan wisatawan terus menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata, sekitar 4.000 pengunjung datang setiap bulannya, dengan sebagian di antaranya berasal dari luar daerah bahkan mancanegara.

Baca Juga:Harga Telur Anjlok, Peternak Jateng Siap Aksi Damai & Bagikan 50 Ribu AyamDPRD Kendal Minta Mora Sandhy Fokus Hukum, Nonaktif Sementara dari Dewan

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp5.000 yang sudah termasuk biaya parkir, PIK mampu menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp150 juta hingga Rp160 juta per bulan. Dalam kurun waktu satu tahun, omzet yang terkumpul mencapai sekitar Rp1 miliar, meskipun operasional efektif hanya berlangsung selama 10 bulan karena penutupan sementara saat bulan Ramadan dan kondisi cuaca ekstrem.

“Keuntungan dari wisata ini kami kembalikan sepenuhnya kepada masyarakat. Anak-anak di Desa Jungsemi yang bersekolah di PAUD, TK, TPQ, maupun Madrasah Diniyah bisa menempuh pendidikan tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegas Sulton saat ditemui di lokasi, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, dana hasil pengelolaan wisata juga dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur jalan, operasional lembaga pendidikan, pemberian santunan sosial, hingga pembiayaan jasa penggali kubur dan petugas pemulasaraan jenazah. Hal ini menjadikan PIK sebagai sumber pembiayaan yang vital bagi berbagai kebutuhan kolektif desa.

Keberadaan PIK juga membuka peluang usaha bagi sedikitnya 68 pelaku UMKM lokal yang berjualan makanan dan minuman di kawasan wisata. Salah satu kebijakan yang menarik adalah pembebasan retribusi bagi seluruh pedagang, sehingga keuntungan penuh dapat dinikmati oleh warga setempat tanpa potongan biaya sewa atau pungutan lainnya.

BUMDes pun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menggelar berbagai pelatihan, termasuk kursus bahasa Inggris bagi pengelola dan para pedagang agar mampu berkomunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, penerapan standar harga makanan dan minuman juga diberlakukan untuk menjaga kenyamanan dan kepuasan pengunjung.

0 Komentar