PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) semakin dirasakan manfaatnya sebagai ekosistem pendukung literasi nonformal. Tidak sekadar menyediakan akses buku, TBM menjadi ruang interaktif bagi anak-anak untuk mengenal dunia membaca melalui berbagai aktivitas kreatif, salah satunya mendongeng.
Guru Kelas TK Aba Tirto, Christian Aprilia, menilai bahwa mendongeng merupakan metode paling alami dan efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap buku sejak masa emas pertumbuhan anak.
Kebiasaan ini, menurutnya, tidak hanya memperkaya perbendaharaan kata, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk memahami struktur bahasa dan mengembangkan daya imajinasi.
Baca Juga:8 Pekerja di KIK Somasi PT Auri Steel Soal PHK Sepihak dan Upah TertahanPemkab Pekalongan Siapkan Rp150 Miliar untuk Perbaikan Jalan Prioritas 2027
“Mendongeng adalah bagian tak terpisahkan dari dunia anak. Sejak bayi, anak sudah bisa diajak mendengarkan cerita. Seiring bertambahnya usia, mereka belajar mengenal bahasa dan menambah kosakata melalui kegiatan ini,” ujar Christian saat ditemui dalam kegiatan literasi di TBM Dimurti, beberapa waktu lalu.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekalongan yang tidak hanya menggerakkan ibu-ibu, tetapi juga mendorong peran aktif ayah dalam kegiatan mendongeng.
Pendekatan ini dinilai strategis karena keterlibatan ayah dalam membacakan cerita dapat mempererat hubungan emosional sekaligus menjadi teladan positif bagi anak dalam menjadikan buku sebagai teman sehari-hari.
Christian berharap gerakan ini mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa membaca bukan sekadar kewajiban sekolah, melainkan kebiasaan hidup yang menyenangkan.
TBM, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan literasi yang menghidupkan semangat belajar kolektif, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga orang dewasa.
“Harapan kami, anak-anak memiliki minat membaca karena membaca adalah jendela ilmu. Semoga TBM terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi lingkungan serta mampu menarik minat masyarakat untuk gemar membaca,” pungkas Christian.
Dengan terus digalakannya program mendongeng dan penguatan peran keluarga, diharapkan indeks literasi masyarakat Pekalongan semakin meningkat dan TBM dapat bertransformasi menjadi rumah belajar yang inklusif bagi seluruh lapisan usia. (mal)
