“Kalau hasilnya belum memenuhi syarat, kami akan lakukan pembinaan bersama kabupaten/kota untuk merumuskan strategi yang tepat. Tujuannya agar kualitas air minum masyarakat terus meningkat,” tambah Atik.
Selain pengawasan, Pemprov Jateng juga gencar mengedukasi masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pada pilar pengamanan air minum dan makanan rumah tangga. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga dalam memilih sumber air yang higienis dan memenuhi persyaratan kesehatan.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan kesadaran yang tinggi, kualitas air minum rumah tangga akan terus membaik dan risiko penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan,” pungkas Atik. (nul)
