BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Wakil Bupati Batang, Suyono, memiliki cara unik untuk menyampaikan pesan moral di setiap agenda publik. Hampir setiap menghadiri kegiatan resmi, ia konsisten menyenandungkan lagu nasional “Ibu Pertiwi.”
Namun, bagi Suyono, lagu tersebut bukan sekadar hiburan atau pengisi acara, melainkan sarana untuk mengajak introspeksi di tengah maraknya kasus korupsi yang dinilainya telah merusak bangsa.
“Saya tujuannya mengingat bahwa ibu-ibu kita yang telah melahirkan, Ibu Kartini yang telah melahirkan anak-anak bangsa ini, tentu prihatin melihat banyak kejadian korupsi yang besar-besaran merusak bangsa. Pasti tidak rela,” ungkap Suyono saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Sidang Praperadilan AH di PN Pekalongan Ditunda, Termohon Polres BerhalanganFermentasi Rumput Jadi Andalan Peternak Truko Hadapi Kemarau Panjang
Menurutnya, setiap orang tua pasti berharap anak yang dilahirkan dan dibesarkan dapat menjadi pribadi yang baik serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang justru merusak melalui tindakan tidak jujur dan koruptif.
Karena itu, Suyono menjadikan “Ibu Pertiwi” sebagai pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat dan aparatur pemerintahan, agar tidak berhenti melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.
“Ini saya menyanyikan itu hanya mengingatkan saja, bahwa ayo hati kita merefleksikan diri. Apakah kita sudah benar-benar baik, atau masih seperti mereka-mereka semua?” tegasnya.
Pesan mengenai kejujuran dan integritas juga disampaikan Suyono saat menghadiri Pelepasan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) Kwarcab Batang beberapa waktu lalu.
Ia berharap nilai-nilai yang selama ini diajarkan melalui Gerakan Pramuka, seperti kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab, dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam membangun karakter bangsa yang antikorupsi.
Suyono menegaskan bahwa kegiatan publik yang dihadiri pemerintah daerah dapat menjadi ruang strategis untuk terus menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat.
Melalui lagu “Ibu Pertiwi,” ia ingin mengajak semua pihak kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa sekaligus menjaga amanah yang telah diwariskan.
Baca Juga:Polres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor DiamankanUnnes Serukan Empat Pesan Moral di UPC 2026: Jauhi NAPZA, Korupsi, Kekerasan, dan Plastik
Dengan pendekatan yang reflektif dan humanis ini, pesan yang disampaikan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap orang terus menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Suyono berharap, melalui cara sederhana ini, kesadaran kolektif untuk memberantas korupsi dapat tumbuh dari dalam diri setiap individu. (nov)
