Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H., menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi melalui kinerja, integritas, serta pengabdian.
“Kemerdekaan ini bukan hanya suatu warisan sejarah, tetapi adalah amanah bagi kita semua,” tuturnya.
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., menilai peringatan ini sebagai momentum refleksi atas perjalanan bangsa selama 81 tahun, sekaligus pengingat untuk terus merajut kebhinnekaan dan menjaga persatuan.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan ke RPSBM, Pererat Kepedulian di HUT ke-81 RIPria Batang Ditemukan Meninggal di Rumah Usai 2 Hari Tak Masuk Kerja, Polisi: Tak Ada Kekerasan
“Kita dapat kesempatan yang sudah dirintis oleh pendahulu kita. Dengan kemerdekaan ini kita bisa belajar, berkarya, dan bekerja sesuai tugas masing-masing,” katanya.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si, memaknai angka 81 sebagai simbol keberlanjutan, angka delapan yang tidak terputus menggambarkan kesinambungan dan persatuan, sedangkan angka satu menggambarkan satu tekad dan satu tujuan untuk membawa Kabupaten Pekalongan menjadi lebih maju dan sejahtera.
“Tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan, tapi bagaimana kita bisa menjaga, mengisi, merawat, dan memberikan warisan kepada generasi ke depan,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, menekankan bahwa nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama persatuan dan kesatuan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, dokter, tukang sayur, kontraktor, LSM, wartawan, untuk bergotong royong membangun Kabupaten Pekalongan sesuai fungsi dan tugas masing-masing.
“Jangan saling menghantam,” pesan Abdul Munir di akhir sambutannya.
Dengan semangat kebersamaan yang digelorakan dari Pendopo Bupati, peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh masyarakat untuk bersatu padu mewujudkan Kajen yang bangkit dan bermartabat. (yon).
