Pria Batang Ditemukan Meninggal di Rumah Usai 2 Hari Tak Masuk Kerja, Polisi: Tak Ada Kekerasan

Pria Batang Ditemukan Meninggal di Rumah Usai 2 Hari Tak Masuk Kerja, Polisi: Tak Ada Kekerasan
M. DHIA THUFAIL. GARIS POLISI - Rumah TKP di Desa Luwung, Banyuputih, dijaga polisi dan dipasang police line.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Desa Luwung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, pada Rabu (19/8/2026) pagi. Korban diketahui sudah dua hari berturut-turut tidak masuk kerja, yang kemudian memicu kekhawatiran rekan kerjanya hingga mendatangi rumah korban.

Penemuan bermula sekitar pukul 07.45 WIB, ketika salah seorang kolega korban datang ke lokasi lantaran pria tersebut tak kunjung muncul di tempat kerja selama dua hari. Setiba di sana, saksi berusaha memanggil dan mengetuk pintu berkali-kali, namun tak ada respons dari dalam.

Karena curiga, saksi lantas meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu dan memeriksa kondisi di dalam rumah. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Limpung.

Baca Juga:Polres Kendal Kembalikan 62 Remaja, 48 Motor Ditahan 3 Bulan Usai Razia Balap LiarPlt Bupati Pekalongan: HUT RI ke-81 Jadi Spirit Tingkatkan Pelayanan dan Kejar Ketertinggalan

Petugas dari Polsek Limpung bersama Tim Inafis Polresta Batang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi yang dianggap mengetahui kronologi kejadian.

Tim medis dari Puskesmas Banyuputih turut dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa rekan kerja korban datang ke rumah setelah korban mangkir selama dua hari tanpa kabar.

“Setelah dipanggil dan pintu diketuk beberapa kali tanpa respons, saksi meminta bantuan warga untuk melakukan pengecekan. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ujar Warsono, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dijalankan sesuai standar. Mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, pengamanan barang bukti, hingga pemeriksaan medis.

“Berdasarkan pemeriksaan awal yang kami lakukan, tidak ditemukan indikasi kekerasan atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis rampung, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan sesuai tata cara yang berlaku.

Baca Juga:Ketua DPRD Pekalongan Dorong 34 Pilkades Serentak Bersih dan Bebas Politik UangPolres Pekalongan Bagikan Bendera Merah Putih di CFD Kajen, Ajak Masyarakat Semarakkan HUT RI

Polresta Batang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan foto atau video korban di media sosial. Hal ini dilakukan untuk menghormati duka keluarga dan menjaga privasi mereka di tengah musibah.

0 Komentar