SMK Muhammadiyah Kedungwuni Wajibkan Guru dan Staf Ujian Tahfiz Al-Qur'an, Jadi Teladan Islami

SMK Muhammadiyah Kedungwuni Wajibkan Guru dan Staf Ujian Tahfiz Al-Qur\'an, Jadi Teladan Islami
Dok. WAJIB - SMK Muhammadiyah Kedungwuni mewajibkan jajaran guru dan pegawainya untuk mengikuti ujian tahfiz Al-Qur\'an.
0 Komentar

KEDUNGWUNI, RADARPEKALONGAN.ID — SMK Muhammadiyah Kedungwuni mengambil langkah progresif dalam memperkuat visi islami di lingkungan sekolah dengan mewajibkan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti ujian tahfiz Al-Qur’an. Kebijakan ini menjadi bukti nyata keseriusan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan secara menyeluruh.

Ujian tahfiz perdana bagi para pendidik dan staf digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kepala Sekolah. Dua orang guru, Ibnu Mirza Efendi dan Fahmi Maulana, menjadi peserta pertama yang maju menghadapi tim penguji dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungwuni.

Meskipun suasana ujian terasa sakral dan sempat membuat Ibnu Mirza Efendi merasa grogi, ia berhasil menuntaskan ujian dengan baik berkat persiapan yang matang dan ketenangan yang dijaga. “Alhamdulillah, meski grogi, saya bisa menyelesaikan ujian,” ujarnya usai kegiatan.

Baca Juga:Pria Batang Ditemukan Meninggal di Rumah Usai 2 Hari Tak Masuk Kerja, Polisi: Tak Ada KekerasanPolres Kendal Kembalikan 62 Remaja, 48 Motor Ditahan 3 Bulan Usai Razia Balap Liar

Ketua Penyelenggara, Syifa Ma’ruf, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan islami yang dirancang secara inklusif untuk semua tingkatan kemampuan. Menurutnya, kewajiban ujian tahfiz bagi guru dan karyawan bertujuan agar mereka dapat menjadi teladan bagi siswa dalam hal kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Ini wujud nyata keseriusan sekolah dalam membentuk budaya islami. Guru dan karyawan wajib mengambil peran serupa sebagai teladan. Di sisi siswa, selain ada program tahfiz, kami juga menyediakan program BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) khusus bagi siswa-siswi yang masih dalam tahap belajar Al-Qur’an. Kami rangkul semuanya,” kata Syifa kepada media, Rabu (19/8/2026).

Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Muhammad Pasa Hidayat, menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para guru yang bersedia diuji hafalannya. Ia berharap program ini dapat memotivasi lebih banyak pendidik dan staf untuk segera mengikuti jejak kedua guru perintis tersebut.

“Tentu kami sangat mendukung dan mengapresiasi program luar biasa ini. Harapan saya, semoga setelah ini semakin banyak guru dan pegawai yang segera menyusul langkah mereka untuk mengajukan jadwal ujian tahfiz berikutnya,” tutur Muhammad Pasa Hidayat optimis.

Dengan adanya kebijakan ini, SMK Muhammadiyah Kedungwuni tidak hanya fokus pada peningkatan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga membangun generasi yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, baik di kalangan pendidik maupun peserta didik. (mal)

0 Komentar