FKIP Unikal Bekali Calon Guru Hadapi Deep Learning dan AI di Era Kurikulum Merdeka

FKIP Unikal Bekali Calon Guru Hadapi Deep Learning dan AI di Era Kurikulum Merdeka
MALEKHA. SERIUS - Para peserta mendengarkan materi dari pemateri dengan serius.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pekalongan (FKIP Unikal) menggelar pembekalan terpadu bagi mahasiswa peserta Praktik Pengenalan Persekolahan (PLP) dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kegiatan ini dirancang untuk mematangkan kompetensi calon pendidik dalam menghadapi perubahan kurikulum nasional serta pesatnya perkembangan teknologi digital di lingkungan sekolah.

Sebanyak tiga program studi turut serta dalam agenda ini, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Matematika. Para mahasiswa akan diterjunkan ke sejumlah sekolah mitra untuk menjalani praktik mengajar, mendalami kultur institusi pendidikan, serta mendampingi guru pamong dalam mengimplementasikan pendekatan pedagogi, metodologi, dan media pembelajaran berbasis teknologi.

Baca Juga:Kecelakaan Maut di Patebon Kendal, Dua Pelajar MAN Tewas Usai Motor Salip di Lajur LawanPanggung Rakyat PAN Banjir Warga, Pasar Murah hingga Hadiah Motor

Dekan FKIP Unikal, Susanto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua sasaran utama. Di satu sisi, pembekalan taktis diberikan untuk mempersiapkan mahasiswa PLP menghadapi dinamika lapangan.

Di sisi lain, acara ini juga berfungsi sebagai kuliah pakar bagi mahasiswa PPG yang tengah menjalani praktik lapangan di Kota Pekalongan. Tema sentral yang diangkat adalah arah kebijakan pendidikan kontemporer, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka dan metode pembelajaran terbaru.

“Harapan kami mahasiswa tahu tentang kebijakan terbaru itu. Tema ini mengungkapkan tentang Kurikulum Merdeka dengan metode barunya yaitu pembelajaran mendalam (deep learning), strateginya, serta kebijakan inklusi materi coding maupun artificial intelligence (AI) ke sekolah,” ujar Susanto.

Untuk menjembatani teori kebijakan dengan realitas di lapangan, FKIP Unikal menghadirkan narasumber dari lintas sektor. Siti Nurul Izzah, M.Pd., dari Dinas Pendidikan setempat, memaparkan kebijakan terkini dari sisi birokrasi.

Sementara itu, Ratno Kumar Jaya, guru SMA 1 Kajen sekaligus alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unikal yang inovasinya sempat viral di tingkat nasional, berbagi pengalaman praktik baik (good practice) serta implementasi nyata pembelajaran bermakna yang telah ia terapkan di sekolah.

Melalui sinergi antara pemangku kebijakan dan praktisi lapangan ini, FKIP Unikal menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan guru yang tidak hanya mahir secara pedagogi, tetapi juga tanggap terhadap tuntutan transformasi digital.

0 Komentar