BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Suasana berbeda terlihat di halaman SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (24/8/2026). Para siswa kelas 10 menggelar Gelar Karya Projek Kokurikuler dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, menampilkan beragam kesenian dan kuliner tradisional dari berbagai penjuru Nusantara.
Setiap kelas menyuguhkan karya yang beragam, mulai dari pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan khas, hingga pop-up book yang mengangkat budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengenal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah Tari Rangkuk Alu dari Nusa Tenggara Timur. Tarian yang terinspirasi dari permainan tradisional ini dibawakan dengan gerakan kompak dan penuh semangat oleh sekelompok siswa.
Baca Juga:Sinergi TNI-Polri dan Pemkot Pekalongan Gelar Karya Bakti di Gereja Santo Petrus, Wujud Toleransi dan KebersamTradisi Weh-Wehan Kaliwungu Didorong Masuk Kalender Event Nasional, Bupati: Warisan Leluhur yang Tak Ternilai
Az Zahra Maida Nindya, salah satu penari, menjelaskan bahwa kelompoknya memilih Rangkuk Alu karena gerakannya yang berirama dan sesuai dengan daerah yang ditugaskan kepada kelas mereka.
“Tari ini memiliki gerakan yang berirama juga karena sesuai dengan daerah yang kelas kami dapatkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, penampilan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkenalkan permainan tradisional dari Nusa Tenggara Timur kepada teman-teman mereka melalui pertunjukan seni.
Penampilan lain yang tak kalah menarik adalah Tari Penyambutan Kepala Suku dari Papua, yang berhasil memukau para penonton. Antusiasme siswa terlihat dari tepuk tangan dan perhatian mereka yang mengikuti pertunjukan hingga selesai.
Koordinator Gelar Karya Projek Kokurikuler, Genep Suherni, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata untuk mengenalkan keberagaman budaya. Lebih dari itu, gelar karya juga dirancang untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa.
“Ini karena di gelaran ini juga ada bazar makanan, serta mengasah kreativitas mereka dengan membuat properti untuk para penari,” ujarnya.
Menurut Genep, keterlibatan langsung siswa dalam menyiapkan hingga memamerkan karya memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna. Mereka tidak hanya belajar budaya dari buku, tetapi juga merasakan proses kreatif secara langsung.
Baca Juga:Kapolresta Batang Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Rencana Aksi 27 Agustus di JakartaBupati Kendal Naik Odong-odong, Karnaval HUT RI Makin Merakyat dan Semarak
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan siswa terhadap kekayaan budaya Indonesia, sekaligus mendorong mereka untuk turut melestarikannya.
