KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Olahraga berkuda di Kabupaten Kendal kini menunjukkan perkembangan signifikan. Tak lagi sekadar hobi atau rekreasi, cabang olahraga ini telah melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional.
Tahun ini, sembilan atlet Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kendal dipastikan turun membela daerah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Ketua Wahana Berkuda Fattah Al Mubarok Limbangan, Sutrisno, mengatakan sembilan atlet tersebut akan berlaga pada sejumlah nomor pertandingan, di antaranya panahan kuda (horseback archery), pacuan kuda, tunggang serasi, serta lompat rintangan atau jumping.
Baca Juga:Knalpot Brong Berisik, Lima Pengendara Motor Ditilang Polisi di Jalur Pantura KendalHarga Beras di Kendal Tembus Rp16 Ribu per Kg, Panen Menyusut Jadi Pemicu
“Dari Kendal yang masuk Porprov Jateng tahun ini ada sembilan atlet,” ujar Sutrisno, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, perkembangan olahraga berkuda di Kendal mulai terlihat setelah kepengurusan Pordasi Kabupaten Kendal aktif sejak 2022. Saat ini terdapat tiga pusat latihan yang menjadi tempat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ketiga lokasi tersebut yakni Santosa Stable di Desa Pasigitan, Kecamatan Boja; Cahaya Stable di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo; serta Fattah Al Mubarok di Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan.
Sutrisno menuturkan, prestasi atlet Kendal juga telah teruji di ajang nasional. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh, enam atlet Pordasi Kendal yang memperkuat kontingen Jawa Tengah berhasil menjadi juara umum ekshibisi nomor horseback archery atau panahan berkuda. Enam atlet tersebut menyumbangkan enam medali, dengan rincian masing-masing dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Fattah Al Mubarok sendiri telah berjalan lebih dari empat tahun. Wahana tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat umum, tetapi juga fokus pada edukasi dan pembinaan atlet, khususnya untuk nomor panahan berkuda yang menjadi andalan.
“Wahana berkuda Fattah Al Mubarok dibuka untuk rekreasi dan pembinaan atlet,” kata Sutrisno.
Warga Kendal yang berminat menjadi atlet, lanjut dia, cukup menyerahkan kartu identitas dan mendapat persetujuan orang tua. Untuk pembinaan, peserta disarankan berlatih minimal dua kali dalam sepekan agar keterampilan dan kekompakan dengan kuda terus terasah.
Baca Juga:Kekeringan Landa 511 Hektare Lahan Pertanian di Batang, 153 Hektare Gagal PanenKarnaval Boja Meriah, SMK Muhammadiyah 2 Angkat Budaya Toraja dengan 800 Siswa
Sementara itu, pemilik Cahaya Stable, Nurdiansyah, mengatakan pihaknya kini memiliki 10 ekor kuda dan membina 15 atlet putra-putri. Usia atlet yang dibina berkisar antara 10 hingga 23 tahun, menunjukkan bahwa pembinaan dilakukan sejak usia dini hingga dewasa.
