Gelar Rapat Pleno 2026, TP PKK Pekalongan Dorong Penguatan Internal Hadapi Refocusing Anggaran

Gelar Rapat Pleno 2026, TP PKK Pekalongan Dorong Penguatan Internal Hadapi Refocusing Anggaran
ISTIMEWA PLENO - Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan menggelar Rapat Pleno Pengurus, bertempat di Aula TP PKK Kota Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan menggelar Rapat Pleno Pengurus di Aula TP PKK setempat. Agenda ini dinilai krusial sebagai momentum untuk mengonsolidasikan struktur organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan se-Kota Pekalongan.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyatakan rapat pleno ini bukan sebatas ajang silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program kerja tahun 2026. Ia secara khusus menekankan pentingnya adaptasi program pasca-kebijakan refocusing (penyesuaian) anggaran daerah.

“Rapat pleno ini menjadi wadah koordinasi dalam menyusun dan menyesuaikan program kerja tahun 2026, khususnya pasca refocusing anggaran. Meski terdapat penyesuaian, kami berharap tidak mengurangi semangat pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Inggit Soraya dalam arahan resminya.

Baca Juga:Kawal Gizi Pelajar, DWP Kendal Turun Langsung Awasi Dapur Makan Bergizi GratisGila! Denda Rokok Ilegal di Pekalongan Tembus Rp 55 Juta, Wali Kota Aaf Terjunkan Emak-emak PKK

Inggit menjelaskan, rancangan program kerja TP PKK tahun 2026 disusun dengan merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK. Oleh sebab itu, seluruh struktur pengurus diwajibkan memahami arah kebijakan tersebut dan mengimplementasikannya, terutama yang berkaitan dengan ketertiban administrasi dan pelaporan tahunan.

Fokus pada Penguatan Internal Kelembagaan

Dalam forum tersebut, Inggit turut menyoroti urgensi penguatan internal organisasi. Menurutnya, peningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan menjadi prasyarat mutlak agar PKK dapat terus beroperasi sebagai motor penggerak pemberdayaan keluarga.

“PKK harus mampu menyeimbangkan antara penguatan kelembagaan dan pelaksanaan program. Selama ini, perhatian seringkali lebih difokuskan pada kegiatan eksternal, padahal penguatan internal juga sangat penting untuk menjaga kualitas kinerja,” ucapnya menegaskan.

Lebih jauh, Inggit mengingatkan bahwa tantangan di era globalisasi dan digitalisasi kian kompleks, ditandai dengan disrupsi teknologi serta dinamika sosial di masyarakat. Situasi ini secara langsung menuntut kader PKK untuk tampil lebih adaptif dan inovatif dalam merumuskan inisiatif kesejahteraan keluarga.

Melalui rapat pleno perdana di tahun 2026 ini, TP PKK Kota Pekalongan mempertegas komitmen bersama dalam mengawal 10 Program Pokok PKK. Kendati dihadapkan pada keterbatasan postur anggaran, jajaran pengurus diminta untuk tidak mengendurkan semangat pengabdian.

0 Komentar