Bertahan dari Gempuran Digital, Pasar Malam di Kendal Jadikan Wahana Anak Sebagai Andalan

Bertahan dari Gempuran Digital, Pasar Malam di Kendal Jadikan Wahana Anak Sebagai Andalan
ABDUL GHOFUR SEMARAK - Suasana pasar malam pada Sabtu (18/4/2026) malam di Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, tampak semarak dengan beragam hiburan yang disuguhkan kepada pengunjung.
0 Komentar

“Persaingan kami tidak hanya dari dunia digital, tapi juga sesama pasar malam. Karena itu, kami pilih lokasi strategis agar mudah dijangkau,” ucap Budi.

Di lokasi tersebut, pengelola menghadirkan rupa-rupa wahana klasik seperti komidi putar, kereta mini, istana balon, trampolin, kora-kora mini, bianglala mini, hingga uji ketangkasan lempar gelang dan tembak balon.

Menurut Budi, fluktuasi pengunjung sangat kentara. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar seratus orang, sementara angka itu bisa melonjak tajam hingga seribu pengunjung pada akhir pekan. Kendati demikian, faktor cuaca kerap menjadi penentu utama perputaran roda ekonomi mereka.

Baca Juga:Tawuran Gangster Pecah di Permukiman Ngilir Kendal, Satu Warga Terluka Terkena Sabetan SajamWawalkot Balgis Rombak BP4 Pekalongan: Bukan Cuma Ceramah Pranikah, Siap Dampingi Pasutri Cegah Cerai!

“Hujan sangat berpengaruh. Pengunjung enggan datang, sementara kami tetap harus membayar pekerja,” ujarnya.

Meski dirundung berbagai tantangan, mulai dari anomali cuaca hingga disrupsi teknologi, Budi menyiratkan optimisme tinggi terhadap usahanya.

“Pasar malam masih punya tempat, terutama untuk anak-anak. Ini hiburan rakyat yang tidak akan hilang,” tandasnya. (fur)

0 Komentar