RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ratusan bibit pohon mangrove kini memperkuat sabuk hijau di kawasan pesisir utara Kota Pekalongan. Langkah nyata pelestarian lingkungan ini diinisiasi oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan melalui aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di Pekalongan Mangrove Park, Kelurahan Kandang Panjang, pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Jaga Pesisir, Selamatkan Bumi” tersebut merupakan bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) siswa yang mengusung semangat ekoteologi. Aksi ini sekaligus menjadi bentuk implementasi dari program Asta Protas Kementerian Agama (Kemenag) RI dan wujud nyata gerakan “Kemenag Berdampak” di sektor lingkungan hidup.
Sebagai institusi pendidikan yang menyandang predikat sekolah Adiwiyata, MAN 1 Kota Pekalongan menerjunkan 60 siswa dan 10 guru pendamping. Gerakan kolaboratif ini juga bersinergi langsung dengan masyarakat setempat serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan.
Baca Juga:Reaktivasi Stasiun Plabuan Batang 27 April 2026, KAI Permudah Akses Pekerja KITBSolar Tumpah di Jalur Bojongkoneng Pekalongan, Banyak Motor Tergelincir, Warga & Aparat Turun Tangan
Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, menegaskan bahwa penanaman mangrove adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual manusia dalam menjaga titipan alam.
“Hari ini kita menanam 1.000 pohon mangrove. Penanaman ini digunakan untuk mengurangi abrasi air laut dan memperbaiki lingkungan pantai. Mangrove itu keren, dapat menyerap karbon dan mengeluarkan oksigen. Mari kita bersama-sama dengan tulus dan ikhlas melaksanakan program ekologi ini,” ujar Mimbar saat memberikan sambutan.
Benteng Alami Hadapi Bencana
Sejalan dengan visi sekolah, perwakilan DLH Kota Pekalongan, Ersa, memaparkan bahwa keberadaan ekosistem mangrove memberikan dampak positif yang sangat luas bagi kawasan pesisir, baik dari sisi keberlanjutan ekologis maupun sosial-ekonomi masyarakat.
“Mangrove secara ekologis punya fungsi sosial-ekonomi dan keanekaragaman biologis di sekitar pantai. Fungsinya bisa menahan abrasi serta menahan tiupan angin yang kencang. Harapannya, pesisir Pekalongan memiliki benteng mangrove untuk menanggulangi bencana, sehingga gelombang dan angin tidak langsung menghantam permukiman,” jelas Ersa.
Aksi penanaman masal yang berlangsung di bawah cuaca cerah ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Melalui inisiatif ini, MAN 1 Kota Pekalongan membuktikan komitmen kuatnya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap pelestarian keseimbangan ekosistem pesisir. (mal)
