RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Proyek pengecoran jalan yang memicu kemacetan panjang di jalur Pantai Utara (Pantura) Brangsong, Kabupaten Kendal, ternyata tidak melulu membuahkan dampak negatif. Di tengah antrean kendaraan yang mengular, sejumlah pedagang asongan justru memanfaatkan situasi lalu lintas tersebut untuk meraup untung berlipat.
Di bawah terik matahari pada Minggu, 19 April 2026, Ridwan, seorang pedagang minuman dingin, tampak setia menanti pembeli di tepi jalan lingkar Brangsong–Kaliwungu. Bermodalkan tiga boks pendingin berisi puluhan botol minuman, ia menjajakan dagangannya kepada para sopir kendaraan berat yang terjebak kemacetan.
“Saya bawa sekitar tiga lemari pendingin. Setiap hari jualan di sini,” ujar Ridwan.
Baca Juga:Reaktivasi Stasiun Plabuan Batang 27 April 2026, KAI Permudah Akses Pekerja KITBSolar Tumpah di Jalur Bojongkoneng Pekalongan, Banyak Motor Tergelincir, Warga & Aparat Turun Tangan
Ia mengakui, sejak proyek perbaikan jalan tersebut dimulai, angka penjualannya melonjak signifikan. Dalam kurun waktu satu hari, Ridwan mampu menjual hingga 24 kardus air mineral ukuran 1,5 liter.
“Hari normal penghasilan sekitar Rp 500 ribu, tapi kalau ada macet seperti ini bisa sampai Rp 1 juta sehari,” tegasnya.
Aktivitas menjajakan minuman dingin ini telah ditekuni Ridwan selama tiga tahun terakhir dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya. Demi menjaga perputaran omzet harian, ia bahkan rela berjualan hampir 24 jam penuh di lokasi tersebut.
Fenomena serupa turut dirasakan oleh Boing, penjual tahu Sumedang. Ia mengaku sengaja memindahkan lokasi dagangannya ke titik-titik kepadatan kendaraan di kawasan Pantura Brangsong. “Alhamdulillah tambah laku, meskipun tidak banyak,” kata Boing.
Polisi Terapkan Rekayasa Contraflow
Di sisi lain, untuk mengurai penumpukan volume kendaraan yang memuncak pada jam pulang kerja, aparat kepolisian mengambil langkah taktis berupa rekayasa lalu lintas sistem lawan arus atau contraflow, khususnya bagi kendaraan dari arah Semarang menuju Kendal.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polres Kendal, Veri Okta Dwi Nugroho, menegaskan bahwa tidak ada kompromi dalam penerapan contraflow di Pantura Cepiring yang juga terdampak perbaikan jembatan Kali Bodri.
“Sejak Kamis lalu contraflow sudah kami berlakukan dan akan berjalan penuh selama 45 hari. Ini bukan pilihan, tapi keharusan agar arus tetap bergerak,” ujar Veri menegaskan.
