Tanggul Sungai Silempeng Pekalongan Jebol Diterjang Pasang, 15 Hektar Sawah Terendam

Tanggul Sungai Silempeng Pekalongan Jebol Diterjang Pasang, 15 Hektar Sawah Terendam
TANGGUL SUNGAI SILEMPENG JEBOL: Kapolsek Sragi AKP Turkhan bersama instansi terkait tinjau tanggul Sungai Silempeng di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan yang jebol, Sabtu (18/4/2026). Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, SIWALAN – Tanggul darurat penahan aliran Sungai Silempeng di wilayah Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan jebol pada Jumat (17/4/2026) sore. Akibat insiden tersebut, belasan hektar area persawahan produktif milik warga terendam limpasan air sungai.

Menindaklanjuti situasi darurat ini, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sragi bersama sejumlah instansi terkait langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan inspeksi dan asesmen kerusakan pada Sabtu (18/4/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Turkhan. Turut hadir dalam rombongan, Kepala Pompa Air Silempeng Muh. Wildan, Koordinator Kelompok Kerja Sumber Daya Air (Poklah SDA) Kristiawan, serta perwakilan dari PSDA Pemali Comal.

Baca Juga:Tren Makro Positif, Bupati Faiz Ambisius Wujudkan Batang Jadi Daerah Adidaya di Pulau JawaMenyentuh Suasana Haru Pecah! Wali Kota Pekalongan Lepas 67 Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah, Titip Pesan Menyentuh

Berdasarkan hasil pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), struktur tanggul darurat yang jebol memiliki dimensi panjang sekitar 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 1 meter. Tanggul penahan air ini sebelumnya hanya dikonstruksi menggunakan karung berisi tanah yang diperkuat dengan tancapan kayu dolken dan anyaman bambu.

“Meski tanggul jebol, air sungai saat ini mengalir ke area persawahan di Desa Depok dan Desa Boyoteluk dengan luasan terdampak sekitar 15 hektare, dan belum sampai ke permukiman warga,” demikian laporan tertulis dari hasil pengecekan tersebut.

Upaya Penanganan Cepat

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, menjelaskan bahwa inspeksi lintas instansi ini merupakan langkah respons cepat untuk memastikan dampak kerusakan tidak meluas hingga mengancam keselamatan kawasan permukiman penduduk.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan cepat,” ujar Turkhan.

Lebih lanjut, kerusakan infrastruktur ini diduga kuat dipicu oleh tingginya fluktuasi pasang surut air laut yang menggerus daya tahan tanggul darurat. Saat dilakukan peninjauan, kondisi debit air Sungai Silempeng kebetulan tengah surut dengan ketinggian sekitar 0,4 meter, jauh dari titik maksimal 1 meter saat air laut pasang.

Melihat kondisi air yang sedang surut, Turkhan mendesak agar pihak PSDA Pemali Comal segera mengirimkan material logistik berupa kantong pasir dan tanah uruk. Momentum surutnya debit air ini dinilai sebagai waktu yang paling ideal dan krusial untuk segera menutup celah tanggul yang jebol sebelum volume air kembali naik. (had)

0 Komentar