Tren Makro Positif, Bupati Faiz Ambisius Wujudkan Batang Jadi Daerah Adidaya di Pulau Jawa

Tren Makro Positif, Bupati Faiz Ambisius Wujudkan Batang Jadi Daerah Adidaya di Pulau Jawa
DOK. OPTIMISME BUPATI - Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat kegiatan bantuan untuk warga rentan. BUpati menyampaikan optimismenya bahwa Batang akan berproses menjadi daerah adidaya.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang secara bertahap mulai menegaskan visi besar arah pembangunannya. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menargetkan wilayahnya bertransformasi menjadi daerah “adidaya” di Pulau Jawa, dengan fokus pada lonjakan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemerataan kesejahteraan sosial.

Menurut Faiz, letak strategis Kabupaten Batang yang berada di perlintasan jalur utama Pulau Jawa merupakan modal berharga untuk berkembang lebih pesat dibandingkan daerah lain. Sayangnya, ia menilai potensi emas tersebut belum tergali secara optimal hingga saat ini.

“Kalau melihat posisi geografis di Jawa, Batang seharusnya bisa menjadi daerah yang kuat, bahkan ‘adidaya’. Kami sedang menuju ke sana, meski dilakukan secara bertahap melalui kerja jangka panjang,” ungkap Faiz saat memaparkan arah kebijakannya, Senin (20/4/2026).

Baca Juga:Solar Tumpah di Jalur Bojongkoneng Pekalongan, Banyak Motor Tergelincir, Warga & Aparat Turun TanganAntisipasi Balap Liar dan Kejahatan, Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar di Exit Tol

Didukung Tren Positif Indikator Makro

Rasa optimisme Bupati Faiz bukanlah tanpa landasan data yang kuat. Sejumlah indikator ekonomi makro daerah saat ini menunjukkan pergerakan yang sangat positif. Tercatat, angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang berhasil menyentuh 7,7 persen, sebuah pencapaian yang tergolong tinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Sejalan dengan hal tersebut, derasnya aliran investasi dan ekspansi sektor industri berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang melonjak tajam hingga mencapai sekitar 80 ribu orang. Dari sisi kualitas hidup masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batang kini bertengger di angka 77,1, mengantarkannya masuk ke dalam jajaran lima besar terbaik se-Jawa Tengah.

Faiz menegaskan bahwa rentetan capaian ini adalah buah manis dari sinergi lintas sektor, yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, hingga para pelaku usaha, dan didukung penuh oleh regulasi yang mempermudah iklim investasi.

Tantangan Pembangunan dan Ketimpangan Sosial

Kendati mencatatkan rekor yang menggembirakan, Faiz menyadari betul bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang menanti untuk diselesaikan. Isu infrastruktur, mutu pendidikan, dan pemerataan kesejahteraan tetap menjadi tantangan serius yang menuntut penanganan berkelanjutan.

“Pembangunan tidak pernah berhenti. Setiap pemimpin pasti melanjutkan, karena tidak mungkin semua persoalan selesai dalam satu periode,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa intervensi aktif pemerintah mutlak diperlukan dalam mengawal proses pembangunan. Tanpa kehadiran negara, ketimpangan sosial di masyarakat dikhawatirkan akan semakin melebar.

0 Komentar