RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mengintensifkan program pemulihan infrastruktur ekologis dan penataan tata ruang publik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), otoritas daerah melakukan normalisasi saluran drainase secara berkala di kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen guna memitigasi risiko genangan air serta banjir rob saat cuaca ekstrem melanda.
Langkah taktis ini diintegrasikan dengan draf pembersihan sisa-sisa material bangunan liar yang ditinggalkan oleh para pedagang. Untuk mempercepat proses perapian sasis ruang, DPUPR menerjunkan tim taktis saluran yang didukung oleh alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk tumpukan sampah domestik.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, memaparkan bahwa langkah penataan ini didasarkan atas koordinasi lintas sektoral bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Pekalongan guna mengembalikan estetika kota.
Baca Juga:Telusuri Sejarah Kadipaten, Peneliti UGM Gali Data Otentik Hari Jadi Kabupaten Batang Melalui Trah AdipatiHadiri Tirto Night Festival Pekalongan, Wakil Wali Kota Balgis Diab Apresiasi Semarak Takbir Keliling
“Waktu itu kami dihubungi Pak Asisten II terkait penataan Sorogenen. Kami langsung melakukan perapian terhadap sisa-sisa bangunan eks Pasar Darurat Sorogenen yang ditinggalkan para pedagang. Tim saluran kami bersama ekskavator sudah melaksanakan pembersihan di sana,” ujar Khaerudin saat memberikan konfirmasi draf capaian kerja, Selasa (2/6/2026).
Konektivitas Jalur Drainase Utama Menuju Stasiun Pompa
Khaerudin menguraikan, kawasan Sorogenen memiliki posisi geopolitik yang krusial dalam draf sistem tata air kota karena dikelilingi empat jalur drainase utama di sisi utara, timur, barat, dan selatan. Saluran-saluran sekunder ini berfungsi mengalirkan debit air dari pemukiman warga menuju saluran makro di Jalan Seruni.
Secara teknis, aliran air dari sisi utara Jalan Melati dan sisi barat Jalan Agus Salim bermuara ke drainase Sorogenen sebelum didorong ke Jalan Seruni. Oleh karena itu, draf kebersihan di perimeter ini diposisikan sebagai draf prioritas utama penanggulangan banjir daerah.
“Di sisi timur sebelumnya juga sudah kami lakukan pembersihan karena banyak sampah sisa pedagang. Kemudian di sisi selatan meskipun salurannya kecil, juga penuh sampah dan sudah kami bersihkan semuanya,” katanya merinci draf visual pembersihan lapangan.
